Bogoronline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan membuat tim pemulasaraan jenazah pasien covid-19 di setiap desa. Hal tersebut dilakukan agar warga setempat bisa memakamkan jenazah pasien covid-19 dengan sesuai protokol kesehatan.
“Agar ketika ada kejadian dapat tertangani dengan baik, karena dalam kondisi seperti ini kadang orang bingung harus bagaimana menangani jenazah Covid-19,” kata Ade Yasin, Kamis (1/7)
Nantinya, kata Ade Yasin, para tim pemulasaraan itu akan diberikan insentif oleh pemerintah kabupaten Bogor. “Kita akan berikan insentif, termasuk penggali kuburannya kita berdayakan masyarakat setempat,” terang Ade.
Sementara itu, Sekertaris Dinas Kesehatan, Dedi Syarif menyebut, pembuatan tim pemulasaraan ini sebagai antisipasi adanya pasien covid-19 yang meninggal dunia saat melakukan isolasi mandiri (Isoman).
“Ada beberapa kasus yang isoman ternyata masuk ke gradasi gejala berat dan sampe meninggal di rumah, makanya kemarin kita sudah buat tutorial untuk sistem pengurusan jenazah yang meninggal di rumah supaya tidak terjadi transmisi penyebaran yang lebih meluas di keluarga,” paparnya
Dia menyebut, dari tim Pemulasaraan jenazah itu dua diantaranya yakni satgas desa, Amil dan linmas.
“tim yang ada di lapangan, dari mulai satgas kecamatan berkordinasi dengan linmas dan Amil di wilayah masing-masing, jadi mereka yang diberikan insentif oleh pemerintah daerah, linmas dan Amil ini mereka harus bisa mengelola jenazah covid-19 yang meninggal wilayahnya,” pungkasnya.





