Tolak Kenaikan BBM, PKS Komitmen Kawal Kepentingan Rakyat

Kab Bogor839 views

Cibinong – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak secara keras kebijakan pemerintah pusat terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Ia mengaku, penolakan merupakan kebijakan pemerintah pusat yang tidak pro rakyat.

Ketua fraksi PKS Kabupaten Bogor, Fikri Hudi Oktiarwan menyampaikan bahwa penolakan PKS terhadap kenaikan BBM itu bukan tanpa sebab. Namun, ada sejumlah alasan PKS menolak kenaikan itu dengan keras dan dianggap tidak pro terhadap rakyat kecil.

“Saat ini kita mengalami Windfall profit atau adanya kenaikan  pendapatan. Bahkan Jokowi di hadapan negara lain yang mengalami resesi, menyampaikan bahwa kita tetap berada di atas 5 persen, ada tambahan pendapatan kurang lebih Rp500 Triliun karena keuntungan dari yang lainnya,” kata Fikri, Rabu (7/9).

Fikri mengaku, jika pemerintah pusat pro dengan kebutuhan rakyat, harusnya keuntungan tersebut mampu membiayai subsidi BBM yang masyarakat butuhkan, bukan malah menaikkan harga BBM.

“Kenapa keuntungan yang diterima dari naiknya komoditi-komoditi itu,  tidak dialokasikan sebagian untuk subsidi bahan bakar minyak, sehingga tidak perlu dinaikan BBM, melihat kondisi kita baru selesai krisis pandemi covid-19,” paparnya.

“Ini kan ada suatu kebijakan yang kontradiktif, satu sisi dia (Jokowi) mengumumkan ekonomi kita tumbuh di atas 5 persen, pedagang kita mendapatkan surplus, tapi disisi lain pemerintah tidak mau menambah subsidi BBM,” paparnya.

Menurutnya, kenaikan BBM pada rezim Jokowi ini dianggap benar-benar menyakiti hati masyarakat banyak. Berbeda pada saat era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu dikritisi juga oleh Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDI-P).

“Kalau di era SBY kan ada krisis internasional juga krisis ekonomi. Tujuannya sama menaikkan BBM, tapi latar belakang dan kondisinya berbeda,” paparnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor, Dedi Aroza mengaku, pihaknya akan benar-benar terus mengawal aspirasi masyarakat. Bahkan, Dedi juga menyampaikan bahwa PKS komitmen untuk tidak membohongi rakyat jika diamanahkan memimpin Indonesia.

“Itu  akan kita buktikan di 2024 nanti, oleh karena itu, ajak saja masyarakat untuk memilih PKS semua. Jika kita jadi pemimpin, kita akan buktikan itu. Kita akan komitmen untuk ada di tengah masyarakat membantu kepentingan masyarakat,” paparnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *