Aliran Sesat kembali Muncul di Kabupaten Bogor, Sholat dan Syhadatnya Aneh  

Kab Bogor3K views

Cibinong – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor kembali menghadapi persoalan aliran sesat di Bumi Tegar Beriman.

Teranyar, tiga orang warga Kabupaten Bogor menjadi pengikut aliran Ilmu kebatinan Ratu Adil Imam Mahdi yang videonya ramai di media sosial.

Perwakilan MUI Kabupaten Bogor, KH Agus Mulyana menyebut, aliran kebatinan itu dianggap sesat lantaran apa yang dijalankan tiga orang itu, pak Rasyid, Ibu Asah, dan Ibu Nari, tidak sesuai dengan ajaran agama islam.

“Keyakinannya dengan syahadat yang berbeda . Harusnya Ashadu anlaailaaha illalah, wa asyhadu Anna Muhammada rasulullah, diganti dengan wa ashadu Anna al imam mahdi habibullah akhiru zaman,” kata KH Agus, Rabu (7/12/2022).

Tak hanya itu, aliran tersebut juga meyakini sholat hanya dilakukan dua kali dalam sehari.

“Terus sholatnya mereka tidak lim waktu, hanya dua waktu, pagi dan sore. Banyak hal yang berbeda termasuk poin-poin aliran yang keluar dari ajaran agama islam, tapi sudah mengakui memohon maaf dan berjanji tidak akan kembali melakukan itu,” ungkapnya.

Menurutnya, tiga orang warga Kabupaten Bogor itu tidak tiba-tiba membuat aliran tersebut. Namun, mereka hanya mengikuti aliran tersebut dari orang-orang sebelum mereka.

“Jadi mereka meneruskan, mereka pengikut dari yang disebut ratu adilnya, antara lain Abas Kusnadi. Mereka mengikuti Abas Kusnadi yang sudah Almarhum,” ungkapnya.

Kejadian itu, kata dia, menjadi pembelajaran bagi MUI Kabupaten Bogor untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap indikasi-indikasi aliran sesat di Kabupaten Bogor.

“Kita tingkatkan edukasi, MUI kan ada hingga tingkat desa. Kita langsung turun ke masyarakat memberikan edukasi dan melakukan pemantauan, kalau ada indikasi (aliran) yang kurang tepat dan meresahkan masyarakat, kita ingatkan dengan edukasi membawa kembali kepada ajaran yang benar,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *