Kecamatan Dramaga Bungkam Ruang Gerak Pemuda   

 

Dramaga – Kecamatan Dramaga dinilai membungkam ruang gerak para pemuda di wilayahnya. Pasalnya, pembangunan gedung baru Kecamatan Dramaga tidak memiliki wadah untuk para pemuda.

 

Wakil Ketua Antar Lembaga KNPI Kecamatan Dramaga taufik nurahman menyayangkan tidak adanya ruang kepemudaan di kantor Kecamatan Dramaga baru itu.

 

Padahal, sebelum pembangunan, pihak kecamatan mengundang pemuda untuk membicarakan arah pembangunan kantor tersebut. Namun, nyatanya tidak ada sejangkal pun ruang untuk pemuda di Kecamatan Dramaga.

 

“Secara otomatis, dibunuhnya peran pemuda untuk tidak produktif secara pemikiran dan gerakan. Terlihat bagaimana ketidak peduliannya birokrat sebagai decision maker salah satunya untuk tidak peduli ruang fasilitas pemuda sebagai ruang diskusi dan koordinasi antar Lembaga dalam konteks kepemudaan yang harusnya dibangun bersamaan dengan kantornya sebagai bentuk sinergitas,” ujarnya.

 

Sementara, Ketua PAC GP Ansor Dramaga, Ahmad Ghazali meminta pihak kecamatan untuk peka terhadap kebutuhan para pemuda di wilayahnya. Tak seperti kecamatan lain, Kecamatan Dramaga dinilai tidak peka akan pentingnya peran pemuda di kecamatannya.

 

Pasalnya, Kecamatan Dramaga tidak memberikan ruang atau tempat untuk berkumpulnya para pemuda untuk menumpahkan ide dan gagasan demi kemajuan wilayahnya.

 

“Ini bukti tidak pedulinya pemerintah kecamatan terhadap ruang gerak pemuda,” kata Ghazali, Senin (12/12/2022).

 

Menurutnya, sektor kepemudaan mestinya harus terlebih dulu di utamakan. Sebab, kata dia, pemuda hari ini lah yang akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

 

“Bonus demografi tidak mungkin kita pandang sebelah mata, gelombang banyaknya usia produktif sudah pasti bakal terjadi. Tapi, sejauh mana persiapan kita, jika fasilitas tempat diskusi saja mereka acuhkan,” paparnya.

 

Oleh karenanya, ia meminta pihak kecamatan untuk kembali berfikir lebih dalam terhadap kebutuhan mendasar para pemuda, salah satunya ruang tempat diskusi mereka.

 

“Kita tidak meminta apa-apa, hanya tempat untuk diskusi, menyatukan persepsi dan gagasan untuk menciptakan pemuda di Dramaga yang peka terhadap lingkungan,” tutupnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *