Foto Ilustrasi, Net
Cibinong, BogorOnline.com – Benteng Bogor Raya (BBR) mengecam keras aksi dugaan jual beli bangku yang disinyalir dilakukan oleh panitia pelaksana (Panpel) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN 1 Bogor, saat pelaksanaan PPDB Tahun 2023.
Melalui Hubungan Masyarakat (Humas) BBR, Robby mengatakan, jajarannya mengaku sangat geram atas indikasi yang dilakukan oleh Panpel PPDB tahun 2023, terhadap salah seorang calon siswinya berinisial GRC yang sudah dinyatakan LULUS atau keterima, namun nasibnya harus tergantikan oleh siswa lainnya hanya karena terlambat sehari saat melakukan daftar ulang.
Menurutnya, dugaan itu mesti adanya tindakan tegas dari instansi berwenang agar persoalan tersebut tak terus bergulir.
“Tindak tegas, jangan sampai ada pembiaran seperti yang terjadi sekarang ini,” jelas pria yang akrap disapa Ibor kepada wartawan media ini, Rabu (2/8/23).
Ibor melanjutkan, apabila adanya pembiaran dari dinas terkait, dikhawatirkan hal serupa bakal kembali terjadi saat pelaksanaan PPDB 2024 mendatang tiba.
Selain itu, sambung dia, bila sejak saat ini tak ada kesikapan tegas yang berarti, pihaknya mengancam bakal menggelar aksi didepan MAN 1 Bogor dalam waktu dekat ini.
“BBR nggak main-main dalam menggelar aksi didepan MAN 1 Bogor dalam waktu dekat ini, apabila persoalan ini terkesan adanya pembiaran. Kami berjanji akan turun ke jalan untuk menuntut Kantor Kemenag Kabupaten Bogor, agar dapat memanggil dan memberi tindakan tegas kepada ketua Panpel PPDB MAN 1 Bogor tersebut,” tegasnya.
Sebelumnya, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bogor, yang terletak di Jl. Lingkungan Kayu Manis no.30, Kelurahan Cirimekar, Kecamatan Cibinong, disoal lantaran disinyalir terjadi jual beli bangku sekolah.
Pasalnya, ada salah seorang calon siswinya yang jelas-jelas telah dinyatakan keterima sebagai peserta didik baru di sekolah milik Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor itu, namun saat hendak melakukan daftar ulang pihak sekolah yang dipimpin seorang Hj. N. Nani Ruhyani ini menyatakan calon siswinya ini, disebut-sebut telah mengundurkan diri.
Menurut informasi yang diperoleh dari kerabat si calon siswi diketahui berinisial GRC dengan sekolah asal dari Pondok Pesantren (Ponpes) Farhan Mubina (SMPIT Farhan Mubina), Indrawan mengatakan, jika anak kerabatnya itu dinyatakan mengundurkan diri hanya karena terlambat sehari dalam melakukan daftar ulang pasca dinyatakan LULUS atau keterima di MAN 1 Bogor tersebut.
“Aneh sekali, masa baru sehari sudah hilang nama dari anak kerabat saya ini yang berinisial GRC. Atau namanya langsung tergantikan dengan murid baru lainnya,” tegas pria yang akrap disapa Om Nyok kepada wartawan media ini, di Alun-alun Cirimekar, Cibinong, Senin (31/7/23).
Ia menambahkan, pasca terjadinya pergeseran nama anak dari kerabatnya dengan digantikan siswa lainnya, lantas ia mencoba mempertanyakan ini langsung ke pihak panitia PPDB MAN 1 Bogor, yang diketua oleh Rahmatulloh alias Tuloh.
Sementara itu, ketika awak media ini mencoba mengkonfirmasi kepada Kasubag TU MAN 1 Bogor, yakni Rahmatulloh melalui pesan instan WhatsApp di pekan lalu, hingga mendatangi sekolah selama dua kali, namun sampai berita ini ditayangkan enggan ada jawaban apapun.





