Investasi Perumahan Paling Seksi di Bogor

beranda, Headline1.1K views

CIBINONG- Investasi perumahan masih jadi primadona di Kabupaten Bogor pada tahun 2016 ini. Hingga bulan Juli lalu, sektor itu menyumbang investasi di Bumi Tegar Beriman sebesar Rp 3,077 triliun.

Jumlah itu merupakan yang tertinggi di tahun ini, melampaui industri perdagangan Rp 2,294 triliun dan sektor industri makanan sebesar Rp 1,681 triliun.

“Dari ketiga sektor itu Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) telah melampaui target realisasi investasi 2016 sebesar Rp 5 triliun,” jelas Kepala Bidang Penanaman Modal pada BPMPTSP Kabupaten Bogor, Joner Kalixtus Marpaung kepada BogorOnline.com, Selasa (30/8).

Tahun ini, Joner mencatat Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan total nilai investasi mencapai Rp 7,182 triliun ditambah Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 1,315 triliun.

“PMDN itu dari Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) Rp 2,033 triliun dan Learning from Innovation Sector Environment (LIPSE) Rp 5,148 triliun,” lanjutnya.

“Kalau jumlah perusahaanya, PMA 14 perusahaan. PMDN (SPIPISE) 56 perusahaan dan PMDN (LIPSE) 1.196 perusahaan dengan 1.353 proyek. Jadi total proyeknya hingga Juli 1.423,” tambahnya.

Sementara untuk jumlah tenaga kerja PMA mempekerjakan 2.279 orang di proyeknya. PMDN (SPIPISE) 8.036 orang, PMDN (LIPSE) 3.157 orang. “Ya, total tenaga kerja 13.427 orang,” katanya.

Dengan sudah terlampauinya realisasi investasi di semester I 2016, BPMPTSP pun kemungkinan bakal ditambah beban target investasinya. Tahun 2015 lalu, mereka ditarget Rp 4,5 triliun. “Trennya itu setiap tahun targetnya naik Rp 500 miliar,” tegas Joner.

Capaian semester I 2016 ini jauh lebih baik ketimbang tahun lalu. Pada periode yang sama, realisasi investai di Tegar Beriman di tahun 2015 cenderung lamban karena hanya tercapai Rp 1,6 triliun dari target Rp 4,5 triliun,” kata Joner.

Sejumlah kegiatan “jualan” Kabupaten Bogor menurut Joner cukup membantu dalam tersongkraknya realisasi investasi ini. “Pernah ada expo-expo dan Bogor Economy Summit (BES) sangat membantu. Terlebih banyak program pemerintah pusa ada di Bogor seperti Light Rail Transit (LRT) jadi sangat membantu. Makanya perumahan jadi yang tertinggi,” pungkas Joner. (cex)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *