by

10 Ribu Rumah Warga di Bogor Terbebas dari Kegelapan Tahun 2018

Cibinong – bogoronline.com – Puluhan ribu kepala keluarga (KK) yang rumahnya belum tersambung aliran listrik, nampaknya harus bersabar, pasalnya tahun ini, anggaran yang dialokasikan Pemerintah Kabupaten Bogor, untuk program listrik masuk desa belum bisa memenuhi semua permintaan warga.
“Kabupaten Bogor menargetkan masalah rumah yang belum tersambung aliran listrik rampung tahun 2018 mendatang, untuk tahun 2016 ini dari 34 ribu rumah hanya 10 ribuan saja yang akan dialiri listrik,” kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Syamsudin, kepada wartawan Selasa (08/03).
Ke 10 ribu rumah yang akan dipasangi jaringan listrik itu kata Ridwan tersebar di 26 kecamatan dengan anggaran mencapai Rp 16 miliar. “Kami sih inginnya masalah program listrik masuk desa ini tuntas di tahun 2016 ini, tapi masalahnya kemampuan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Bogor terbatas,” ujarnya.
Ridwan menjelaskan, berdasarkan data saat ini rumah yang ada di Bumi Tegar Beriman yang telah teraliri listrik mencapai 97, 25 persen dari 3,1 juta rimah artinya masih ada sekitar 2,75 persen lagi yang hidup dalam kegelapan di kala malam tiba, salah contohnya 400 kepala keluarga di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang.
“Pokoknya sisa sekitar 24 ribu rumah akan kita upayakan selesai di tahun 2018 mendatang, karena ini sudah menjadi program Pemerintah Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Kepala Bidang Ketenagalistrikan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Dede Armansyah mengatakan, dari 34 ribu rumah yang belum teraliri listrik, sebagian besar berada di wilayah barat Kabupaten Bogor, semisal di Kecamatan Jasinga, Cigudeg, Sukajaya, Nanggung dan Leuwiliang, sisanya tersebar di wilayah timur, seperti Cariu dan Sukamakmur.
“Untuk membangun jaringan listrik ke rumah-rumah warga itu tidaklah mudah, karena kondisi geografisnya yang sulit dijangkau, dan parahnya posisi rumah yang belum menerima aliran listrik itu menyebar, sehingga butuh anggaran besar,” kilahnya.
Dede mengungkapkan, alokasi anggaran tahun 2016 ini jauh lebih besar dibandingkan tahun 2015 lalu. “Kenaikan anggaran untuk program lisdes tahun ini cukup signifikan dari tadinya hanya Rp 9 miliar menjadi Rp 16 miliar, dengan besarnya anggaran ini jumlah rumah yang akan dipasangi instalasi listrik ini pun bertambah,” ujarnya.
ANggota Komisi III DPRD Ade Senjaya meminta masalah rumah yang belum teraliri listrik itu dituntaskan tahun 2017. “Kasihan warga, kalau harus menunggu hingga tahun 2018 mendatang, pemkab dan Badan Anggaran DPRD harus mengalokasikan anggaran yang lebih besar, apalagi sektor tenaga listrik ini, menjadi salah satunya penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar ketiga dari Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU),” tegasnya.
Karena menurut Ade, sebagai daerah yang dekat dengan Ibukota Jakarta, sangatlah tak pantas, jika masih ada sebagian rakyat Kabupaten Bogor ini yang belum menikmati terangnya lampu neon. “Jadi alangkah dzolim dan berdosanya kita, kalau tetap membiarkan warga yang tinggal di pedalaman Kabupaten Bogor ini berlama-lama hidup dalam kegelapan, makanya masalah tak perlu diselesaikan hingga tahun 2018 nanti,” pungkasnya. (zah)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed