by

Tahun 2015 Ajuan Ditolak Kementan 3.450 Hektar Sawah akan Diasuransikan

Cibinong – bogoronline.com – Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut), pada tahun 2016 ini akan kembali mengajukan kepesertaan asuransi kepada Kementerian Pertanian. Ajuan ini merupakan yang kedua kalinya, setelah tahun 2015 lalu.
“Tahun 2015 lalu ketika program asuransi pertanian ini digulirkan pemerintah pusat, kami langsung mengajukan 3.450 hektaran areal tanaman padi yang pada musim kemarau panjang lalu mengalami gagal panen, tapi sayangnya ditolak Kementan dengan alasan, sawah yang diajukan tidak memenuhi kriteria,” kata Kepala Bidang Pangan, Distanhut Prasetyowati, kepada wartawan Jum’at (04/03).

Pernyataan Prasetyowati ini sekaligus untuk membantah keterangan Direktur Jenderal Pembiyaan, Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian Mulyadi Hendiawan. “Jadi tidak benar, kalau dibilang Distanhut tak mengajukan para petani di Kabupaten Bogor untuk menjadi peserta asuransi,” kilahnya.

Prasetyowati mengaku, memiliki bukti surat penolakan dari. PT. Asuransi Jasindo. “Nah untuk yang sekarang, sawah tadah hujan juga masuk kriteria yang bisa menjadi peserta asuransi, sedangkan pada awalnya Asuransi Jasindo hanya menerima sawah yang memiliki jaringan irigasi teknis saja,” ungkapnya.

Dari 3.450 hektar sawah yang diajukan menjadi peserta asuransi, kata Prasetyowati, sebagian besar berada di wilayah timur Kabupaten Bogor, yang meliputi empat kecamatan diantaranya Jonggol, Sukamakmur, Cariu dan Tanjungsari, sisanya tersebar di beberapa kecamatan. “Sawah yang ada di wilayah timur itu, yang paling banyak mengalami gagal panen, ketika musim kemarau panjang melanda,” ujarnya.

Peserta asuransi pertanian ini kata Mulyadi Hendiawan, hanya membayar premi sebesar Rp 36 ribu/hektar untuk satu kali musim tanam. Saat gagal panen baik akibat kemarau maupun banjir, petani akan menerima biaya pertanggungan sebesar Rp 6 juta/hektar.
“Asuransi ini untuk membantu para petani, agar tak mengalami kerugian yang lebih besar, ketika mengalami gagal panen, dan saat ini luas areal sawah yang mengikuti program asuransi mencapai 290 ribu hektaran di seluruh Indonesia,” katanya. (Zah)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed