Berantas Internet dan Konten Negatif Pemkab Bogor Ajak Ribuan Pemuda Jadi Agen Perubahan Informatika

CIBINONG- bogoronline.com – Keterbukaan internet yang tanpa batas, membuat teknologi internet semakin murah dan mudah diakses masyarakat secara terbuka melalui berbagai perangkat elektronik. Untuk meminimalisir dampak bahaya dari keterbukaan internet tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Bogor memberikan pelatihan mengenai internet sehat, cerdas, kreatif dan produktif (Cakap) terhadap 1000 anggota pramuka se- Kabupaten Bogor untuk melahirkan agen perubahan informatika, di Gedung Tegar Beriman, Rabu (18/5).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bogor, Wawan Munawar Sidik menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi dan berharap kegiatan tersebut bisa meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menggunakan serta memanfaatkan internet yang sehat dan aman. Teknologi internet semakin murah dan mudah diakses masyarakat secara terbuka baik melalui komputer, handphone, smartphone dan lainnya. Kemudahan tersebut bahkan anak kecil pun mampu untuk mengaksesnya tanpa batas.

“Kabupaten Bogor sendiri perkembangan teknologi internet sangat pesat, terlebih Kabupaten Bogor satu daerah penerima Motor Mobile Community Acces Point (MCAP), yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran teknologi dan komunikasi bagi masyarakat. Kita harus mampu mendayagunakan secara optimal sehinga bisa menjadi bermanfaat,” ucap Wawan.

Keterbukaan internet yang tanpa batas katanya melanjutkan, bagaimana pun menyimpan bahaya berupa akses terhadap nilai-nilai dan budaya yang belum tentu sejalan dengan agama, ideologi, dan budaya bangsa ini. Untuk itu pentingnya membangun benteng moral yang tangguh guna meminimalisasi dampak negatif intenet, dan bisa memaksimalkan potensi positifnya bagi kemajuan masyarakat.

“Karena teknologi intenet juga memungkinkan kita untuk mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi yang paling aktual bagi kepentingan pendidikan. Kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan untuk melahirkan generasi cerdas yang mampu memberikan edukasi terhadap masyarakat. Sehingga mereka akan terlatih untuk menghindari berbagai akses konten negatif, serta dapat membangun kualitas sebagai agen perubahan informatika untuk internet cerdas,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Bogor, Didi Kurnia menuturkan, salah satu penciri Kabupaten termaju di Indonesia adalah tersedianya jaringan internet diseluruh Kecamatan. Dengan tersedianya jaringan internet di seluruh kecamatan, tentu pihaknya memerlukan agen perubahan informatika yang handal, dimana pramuka harus siap sedia menjadi agen perubahan informatika yang bisa menularkan virus positif kepada seluruh elemen lapisan masyarakat khususnya di Kabupaten Bogor.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin lahirkan seluruh anggota pramuka di Kabupaten Bogor sebagai agen perubahan informatika. Mereka harus memiliki benteng agar keterbukaan internet bisa memanfaatkan teknologi, informasi dan penggunaan internet secara Cakap,” ujar Didik.

Ia juga menambahkan, agen perubahan informatika ini diharapkan mampu mempromosikan, menularkan serta memberikan edukasi tidak hanya kepada anggota pramuka tetapi kepada seluruh masyarakat.

“Ini kami lakukan untuk mencegah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi serta internet yang negatif dan merusak moral manusia. Sepertinya banyaknya kejadian yang terjadi akhir-akhir ini kerap kali disebabkan oleh penggunaan internet yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan budaya ketimuran kita,” katanya.

Ditempat yang sama, Direktur Pemberdayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo RI, Septriana Tangkary mengatakan, saat ini pengguna intenet dunia terus berkembang semakin pesat perkembangan teknologi ini seperti dua mata pisau artinya, jika digunakan dengan bijak maka akan memberikan manfaat yang besar bagi penggunanya begitu sebaliknya pengguna akan tergerus perkembangan dan bisa merugikan si pengguna itu sendiri.

“Pramuka ini merupakan ujung tombak pemuda Indonesia, melalui kegiatan ini mereka resmi menjadi agen perubahan informatika yang dapat meminimalisir berbagai hal negatif akibat internet. Seperti phedopilia, bulling, dan lainnya nantinya mereka akan mengajak dan terus mensosialisasikan intenet sehat. Generasi muda ini harus lindungi jangan sampai menjadi korban,” cetus Septriana. (BO/Diskominfo Kabupaten Bogor)