Pengakuan Mantan Agen CIA, Pemenjaraan Nelson Mandela Dicap Komunis

bogorOnline.com
Dansir dari salah satu media online nasional, mantan agen CIA, Donald Rickard, 88, membuat pengakuan mengejutkan sebelum meninggal. Menurutnya, Amerika Serikat (AS) mendalangi penangkapan dan pemenjaraan Nelson Mandela selama 27 tahun karena dianggap sebagai komunis berbahaya.

Mantan agen CIA membuat pengakuan dua minggu sebelum meninggal kepada pembuat film John Irvin. Pengakuan Rickard ini menjawab spekulasi warga dunia selama ini bahwa AS terlibat dalam pemenjaraan Pahlawan Afrika Selatan itu.

Menurut pengakuan Rickard yang dilansir Sunday Times, penangkapan Mandela terjadi pada tahun 1962.”Diperlukan untuk menangkap komunis yang paling berbahaya di dunia di luar Uni Soviet (sekarang bernama Rusia),” demikian pengakuan Richard.

Rickard, yang secara resmi bekerja sebagai wakil konsul AS di Kota Durban, Afrika Selatan pada saat itu, mengatakan bahwa dia memantau Mandela saat sedang dalam perjalanan untuk perayaan Natal, antara Kota Johannesburg dan Durban.

”Saya tahu ketika dia turun dan bagaimana dia datang, di situlah saya terlibat dan di sanalah Mandela tertangkap,” kata Rickard.

Mantan mata-mata ini tidak menjelaskan bagaimana dia menerima informasi, tetapi dia mengatakan bahwa Mandela “benar-benar di bawah kendali Uni Soviet, mainan komunis”.

Dia juga yakin bahwa Mandela adalah tokoh yang menghasut rakyat dalam perayaan Natal menjadi pemberontakan massa terhadap rezim apartheid.

”Natal adalah kuali pada waktu itu,” kata Rickard. ”Dan Mandela akan menyambut perang. Jika Soviet telah datang, Amerika Serikat akan terlibat, dan hal-hal bisa pergi (seperti) ke neraka,” katanya lagi.

”Kami tertatih-tatih di tepi jurang di sana, dan itu harus dihentikan, yang berarti Mandela harus dihentikan. Dan saya menghentikan itu,” imbuh dia.

Penangkapan itu menyebabkan Mandela menghabiskan hampir 28 tahun di penjara sebelum menjadi presiden pertama pasca-rezim apartheid Afrika Selatan tumbang pada tahun 1994.

Mandela kemudian menjadi salah satu aktivis hak asasi manusia yang paling dihormati dalam sejarah dan dinobatkan sebagai pahlawan Afrika Selatan. Dia meninggal pada Desember 2013.(rul)