Ribuan Miras Dan Tujuh Pasangan Mesum Terjaring Operasi Praja Wibawa

Kota Bogor – bogoronline.com

Dalam menghormati bulan Ramadhan serta untuk menegakan perda 8 tahun 2006 tentang ketertiban umum (Tibum) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Barat beserta Satpol PP Kota Bogor melakukan operasi Praja Wibawa di wilayah Kota Bogor, pada (17/6/16) malam.

Dengan sasaran Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), Minuman Beralkohol (Minol) serta prostitusi dihotel-hotel kelas melati.

Operasi dibulan ramadan ini didapati ratusan botol miras, 54 PMKS diantaranya Anak jalanan juga Gelandangan pengemis dan 7 pasangan bukan suami istri yang didapati tiga hotel di wilayah Kecamatan Bogor Timur dan Selatan Kota Bogor. Razia kali ini terjaring seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Yusman (Y) (56) asal Ciamis sedang berduaan didalam kamar bersama seorang perawat cantik Heny Setiawati (HS) (29). Ke 7 pasangan bukan suami istri ini diberikan pembinaan oleh Satpol PP, selain itu mereka membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa.

Kasatpol PP Provinsi Jawa Barat, Udjawala Prana Sigit mengungkapkan, ini adalah rangkaian operasi dengan sandi praja wibawa, dilakukan secara serentak diseluruh wilayah Jawa Barat dari Depok hingga Pangandaran Ciamis sampai Cirebon dan Kuningan.

“Operasi dimulai 16 Mei dan akan berakhir 18 Juni 2016 atau selama satu bulan penuh,” ungkapnya, Sabtu (18/6/16) dini hari.

Sigit menjelaskan, ini untuk menegakan peraturan daerah baik provinsi atau kota dan kabupaten Sejawa Barat. Semua disinergiskan, tidak ada istilah dijaring di Kota Bogor dibuang ke Tangerang.

“Mereka yang terjating dibina oleh kami, diserahkan kepada instansi yang berwenang. Polisi, TNI serta Dinas terkait ikut dalam operasi ini,” jelasnya.

Sigit menambahkan, perlakuan untuk semua yang terjaring sama, mereka dibina serta dilakukan pendataan agar hanya bertemu satu kali saja dengan razia kali ini. Satpol PP memberikan pemahaman kepada mereka, dari sisi humanis agar mereka tidak mengulangi perbuatannya.

“Jika ada PNS atau aparat intansi lain yang terjating ada tahapannya, kami akan sampaikan langsung kepada atasan nya, sedangkan untuk minol yang terjaring lsngsung kita musnakan dengan cara di tuang kedalam ember besar lalu di buang ke parit,” pungkasnya.(bunai)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.