Jalan Cisalopa – Pasir Buncir Rawan Kejahatan

Caringin – bogoronline.com – Kendati Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) merupakan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) ketiga setelah Bea Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun ironisnya, hingga kini banyak ruas jalan di Bumi Tegar Beriman yang gelap gulita di kala malam tiba, lantaran ketiadaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Ini yang membuat kami heran, tiap tahun pendapatan dari Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) cukup besar, tapi kenapa masih banyak jalan yang tak ada lampu PJU nya, kalau pun ada sebagian besar tak lagi berfungsi atau mati, salah satu di ruas Jalan Cisalopa – Pasir Buncir hingga ke SNAKMA, Kecamatan Caringin,” ujar Bubung Saepul Arsad, warga setempat, Jum’at (22/07).

Bubung dan sejumlah warga lainnya mengaku sudah melaporkan masalah PJU mati itu ke PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Cipayung, tapi mereka malah mengatakan, masalah lampu PJU, bukan tanggung jawab PLN, tapi Pemerintah Kabupaten Bogor. “Kami tak mau tahu, siapa yang bertanggung jawab soal lampu PJU, yang jelas kami hanya meminta semua lampu PJU yang mati diperbaiki,” pintanya.

Humas PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Bogor Kusumawan mengatakan, untuk masalah PJU, PLN hanya menyuplai listriknya saja, sementara perangkat hingga pemeliharaan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. “Kalau yang di Cisalopa tentunya ya Pemerintah Kabupaten Bogor, dalam hal ini Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM), jadi silakan warga melapor kesana,” ujarnya.

PPJU, sebagai informasi, dibayar para pelanggan PLN sebesar tiga persen dari total tagihan penggunaan listrik setiap bulannya. Pendapatan PPJU yang disetorkan ke kas daerah tiap tahunnya lebih di atas Rp 60 miliar. “PPJU merupakan andalan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mengumpulkan pundi-pundi PAD. Yang menjadi pertanyaan kami, kenapa masih banyak ruas jalan tanpa dilengkapi lampu PJU,” ungkap Ketua Komisi III Wawan Haikal Kurdi.

Politisi Partai Golkar itu sangat memahami, jika masyarakat khususnya yang tinggal di daerah pedalaman dan perbatasan geram. “Hal yang sangat wajar, bila masyarakat yang menjadi penyumbang PAD itu menggugat dan mempertanyakan alokasi PPJU,” ujarnya.

Terkait adanya temuan lampu PJU yang masih menyala di siang hari maupun rusak, menegaskan, hal itu juga merupakan tanggungjawab dinas ESDM dan seluruh UPTD dibawahnya. Karena menurutnya, saat adanya pengajuan anggaran, pasti ada perencanaan yang menyeluruh terkait hal tersebut.  (Denny/zah)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.