Parung – Bahu Jalan Raya Parung, Kecamatan Parung, disulap menjadi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Pemandangan yang merusaka keindahan itu,. Parahnya lagi pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan wilayah Parung, terkesan membiarkannya. Padahal lokasi tumpukan sampah dengan kantor UPT jaraknya tak terlalu jauh.
“Sampah yang menumpuk di bahu jalan itu dibuang warga luar Parung. Tapi, bagaimana pun jangan dibiarkan dong, kan ngerusak pemandangan, apalagi tumpukan sampah itu sudah menimbulkan bau menyengat hidung,” kata Arman, warga Desa Parung, Jum’at (19/08).
Selain menyesalkan sikap UPT Kebersihan yang tidak tanggap, Armah menyayangkan ulah sebagian masyarakat, yang dianggapnya tidak memiliki kesadaran. “Menjaga kebersihan itu kan sebagian dari pada iman, tapi sayangnya ajaran agama itu tidak dilaksanakan. Pembuang sampah itu sama saja dengan penjahat, dan oleh karenanya wajib dijatuhi hukuman,” ujarnya.
Herman warga lainnya mengeluhkan hal senada. Ia bahkan menuding pihak UPT Kebersihan sengaja membiarkannya. “Setahu saya, kantor UPT kan lokasinya tak jauh dari tumpukan sampah, masa sih tidak melihat,” katanya.
Sayangnya, pihak UPT Kebersihan Parung, hingga berita ini diturunkan belum bisa dimintai tanggapannya, sebab saat Jurnal Bogor mendatangi kantor yang menjadi kepanjangan Dinas Kebersihan dan Pertamanan, kondisi kantor sudah lenggang.
Bahu jalan yang dijadikan TPA tak hanya di Parung, tapi Cibinong, aksi para pembuang sampah liar itu membuat sejumlah petugas kebersihan dari UPT setempat kewalahan. “Para pembuang sampah liar itu, orang yang tak punya adab, mereka itu bisa dimasukan sebagai penjahat lingkungan,” kata seorang petugas kebersihan yang bertugas membersihkan sampah di Jalan Tegar Beriman. (Iwan/zahra)





