by

Walikota Sidak Proyek RSUD Kota Bogor

Kota Bogor – bogorOnline.com

Setelah beberapa waktu lalu komisi C DPRD Kota Bogor melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), kali ini sidak dilakukan oleh para pejabat teras Pemerintah Kota Bogor, diantaranya, Walikota Bogor Bima Arya, Wawalkot Usmar Hariman dan Sekda Ade Sarip Hidayat, ke lokasi proyek pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jalan Semeru, Kecamatan Bogor Barat.

Kedatangan para pejabat teras Pemkot Bogor diterima oleh Direktur utama RSUD, Dewi Basmalah dan jajaran Direksi PT Adhi Karya selaku kontraktor pelaksana pembangunan gedung baru RSUD, serta Kabid Pembangunan DBMSDA Nana Yudiana.

Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, pengecekan ke lokasi proyek pembangunan gedung baru RSUD untuk mengetahui sejauhmana progres pelaksanaan pembangunan dan tahapan tahapannya. Pembangunan gedung baru RSUD harus rutin dipantau, agar pelaksanaannya tepat pada waktunya.

“Setelah kita cek, realisasi pelaksanaan pembangunan dilapangan sudah mencapai 10 persen dan secara total meningkat 2 persen dari target. Kontruksi bangunannya juga sudah mencapai 30 persen. Jadi sampai saat ini on the track tepat waktu,” kata Bima, Selasa (30/8/16).

Bima juga menyoroti soal pembangunan IPAL dan setelah di cek memang sudah dikerjakan pembangunan IPAL tersebut. Pembangunan IPAL sangat penting karena dengan adanya penambahan ruang baru di gedung RSUD, tentunya kapasitas IPAL akan bertambah.

“Untuk IPAL sudah dibangun dan nanti kapasitasnya akan menjadi pengelola secara keseluruhan. Kontruksi IPAL wajib dan sebelum IPAL dibangun kondisinya sudah WTP, dengan adanya penambahan menjadi 500 bed, maka kapasitas IPAL harus memadai,” tegasnya.

Lanjut Bima, kegiatan pembangunan proyek gedung baru RSUD juga jangan sampai mengganggu seluruh kegiatan operasional maupun pengganggu pelayanan publik, termasuk soal keselamatan pekerja harus diutamakan, dan suara bising dari aktifitas pekerjaan harus di minimalisir. Warga sekitar juga sudah dilibatkan dalam proyek pembangunan ini, ada sekitar 300 warga dipekerjakan disini oleh pihak kontraktor pelaksana.

“Kita meminta agar kegiatan pembangunan ini dikerjakan sesuai dengan targetnya. Soal keselamatan kerja harus di prioritaskan, dan walaupun pembangunan dilaksanakan 24 jam penuh, tetap saja soal kebisingan suara harus di minimalisir, karena lokasi ini dekat ke pemukiman warga juga,” pungkasnya.

Sementara, Kabid Pembangunan DBMSDA, Nana Yudiana mengatakan, secara stuktur pembangunan proyek RSUD sudah 30 persen. Pemancangan sebanyak 300 pancang sudah selesai dan awal Oktober sudah masuk kepada pembangunan arsitektur.

“Untuk pembangunan arsitektur akan dilaksanakan bulan depan. Pada pembangunan IPAL itu STP seperti septi tank besar tetapi di treatmen yaitu pengelolaan limbah yang airnya bisa digunakan untuk menyiram tanaman. Kalau melihat progres dan kegiatan dilapangan, pembangunan gedung RSUD ini akan tepat pada waktunya,” tandasnya.(rul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed