Rumpin – Kendati Kabupaten Bogor memiliki APBD besar, hingga mencapai angka di atas Rp 6 triliun, namun ironisnya, untuk membangun gedung sekolah dasar (SD) saja tak mampu.
Fakta ini dibuktikan dengan masih adanya 125 siswa kelas jauh SDN 03 Cipinang, Kecamatan Rumpin, yang belajar di teras rumah warga.
“Kami terpaksa menggunakan teras rumah milik Pak RT, untuk melaksanakan aktivitas belajar mengajar, karena sampai sekarang belum ada ruang belajar (Rombel), untuk menampung mereka,” kata Kepala SDN 03 Cipinang Mad Soleh, Kamis (08/09).
Mad Soleh mengatakan, ke 125 siswa itu merupakan pelajar kelas jauh yang berasal dari Kampung Kebon Cau. “Kami tak ingin menutup-nutupi, tapi ini fakta yang terjadi, kami juga kasihan dengan siswa, karena mereka harus belajar di lantai,” ujarnya.
Mad Soleh mengatakan, warga melalui ketua RW telah tiga kali menyampaikan kepetinggi Dinas Pendidikan, agar siswa kelas jauh itu pengadaan tanah untuk bakal bangunan ruang belajar. “Tapi, nyatanya hingga kini belum ada kabarnya lagi,” ungkapnya.
Eka, guru kelas jauh SDN 03 Cipinang menambahkan, belajar di teras atau di ruang terbuka tidak efektif, karena siswa tidak nyaman, apalagi mereka duduk di lantai berdesak-desakan. “Kami tak bisa mengajar lebih dari tiga jam, karena kalau terlalu lama kasihan siswa pada pegal,” katanya.
Sebelumnya, ketika berita soal 125 SDN 03 Cipinang yang belajar ngampar di teras rumah ketua RT dimuat sejumlah media, para petinggi Dinas Pendidikan kelabakan. Mereka pun langsung mendatangi lokasi dan mensurvei lahan yang akan dijadikan bangunan kelas jauh SDN 03 Cipinang. Namun sayangnya, setelah satu tahun berlalu, rencana pengadaan lahan dan pembangunan gedung itu tak terdengar lagi. (Iwan S. Pamungkas)





