Sebut Nama Petinggi Pemkot, ULP Kota Bogor Ricuh

Kota Bogor-bogorOnline.com
Pembuktian Kualifikasi dokumen perusahaan pada lelang pengadaan pemasangan pipa distribusi utama tahap I SPAM Katulampa senilai Rp45 miliar di Kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Kota Bogor, nyaris kisruh lantaran ada oknum pengusaha yang mengaku diundang langsung oleh petinggi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengikuti pelelangan tersebut.

Alhasil, sempat terjadi ketegangan antara beberapa pengusaha Kota Bogor dengan perwakilan perusahaan asal Jakarta. Pasalnya, pengusaha lokal menilai bahwa langkah tersebut tidak fair.

“Dia dihadapan orang banyak dia bilang bahwa mendapat undangan secara khusus dari petinggi Pemkot,” ujar Humas Paguyuban Jasa Kontruksi Kota Bogor Firman Gustaman kepada wartawan, Jumat (23/9/16) petang.

Salahsatu pengusaha yang tergabung dalam Sekber Jasa Kontruksi Kota Bogor, Ade Mashudi sangat menyesalkan ada oknum pengusaha yang membawa nama petinggi Pemkot.

“Kalau mau mengikuti lelang harusnya profesional datang karena melihat Eproc, bukan atas undangan petinggi Pemkot,” katanya.

Adepun mengakui bahwa ada oknum pengusaha yang datang mengikuti lelang dengan mengatasnamakan petinggi Pemkot.

“Memang ada yang ngaku seperti itu pas di ULP,” katanya.

Menurut Ade, ada salahsatu perusahaan terlambat sehari dalam memverifikasi berkas ke ULP, namun baru menyodorkan dokumennya pada Jumat (23/9).

“Masa ada perpanjangan dua kali verifikasi harusnya tak bisa. Sebab, tidak ada aturan yang memperbolehkan diperpanjang waktu verifikasi, kalau kemarin tak datang ya gugur. Tapi ini koq tidak,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua ULP Kota Bogor, Cecep Zakaria mengatakan, kali ini ada tahap pembuktian kualifikasi pada kegiatan dengan nilai besar, pembangunan Gedung DPRD dan pengadaan dan pemasangan pipa distribusi utama tahap I SPAM Katulampa.

“Untuk masalah ribut-ribut itu diluar kendali kami, kami hanya menjalankan tugas proses lelang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap Cecep.

Sedikitnya ada tiga perusahaan antar lain PT. Indo Bangun Megatama, PT. Jasuka Bagun Pratama dan PT. Nindya Karya (Persero) yang mengikuti tahap pembuktian kualifikasi atas pengadaan dan pemasangan pipa distribusi utama tahap I SPAM Katulampa. Sedangkan untuk pembangunan Gedung DPRD hanya dua perusahaan yakni PT. Tirta Dhea Addonnics Pratama dan PT. Nindya Karya.

“Tahapan ini sampai jam 5 sore meliputi pengecekan dokumen-dokumen dan finalisasi, termasuk jadwal pengumuman pemenang lelang hari ini juga,” pungkasnya.(bunai)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.