Ganja 700 Kilogram Dikendalikan Napi Pondok Rajeg

BogorOnline.com, JAKARTA- Bareskrim Polri kembali menangkap dua napi DF dan RM, asal Lapas Klas II A Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, karena menjadi otak peredaran 771,5 kilogram ganja asal Aceh, yang dikirim lewat jasa ekspedisi untuk diedarkan ke tiga kota.

“Ganja yang dikirim dari Aceh menggunakan jasa pengiriman ekspedisi. Kemudian Direktorat Narkoba Polda Aceh berkordinasi dan meminta data tentang pengirim dan penerima barang yang berada di Bogor, Lampung dan Jakarta,” ujar Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Dharma Pongrekeun di kantornya Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, dilansir detik.com, Rabu (5/10/2016).

Pada 15 September lalu, Polresta Bandar Lampung menangkap HR bin SM dengan barang bukti 99 kilogram paket ganja kering dan 174 butir pil xtc di mobil Suzuki APV bernopol BE 9187 CJ. Barang bukti tersebut merupakan kiriman dari Aceh atas nama TS.

“Kemudian Dirnarkoba Polda Bandar Lampung berkoordinasi dengan Dirnarkoba Polda Aceh untuk penyelidikan,” sambung Dharma.

Dharma menjelaskan, seminggu kemudian anggota Dirnarkoba Polda Aceh berhasil meringkus dua tersangka di Banda Aceh. “SB sebagai perantara dan AN sebagai penyimpan barang dengan barang bukti tiga dus berisi ganja seberat 148,05 Kg, empat karung goni berisi dau ganja seberat 202 Kg,” paparnya.

Dalam waktu bersamaan lanjut Dharma jajaran Dirnarkoba Polda Jawa Barat berhasil jaringan lainnya. Penangkapan dilakukan setelah anggota melakukan control delivery.

“Penangkapan di Bogor dan Sawangan Depok. DF dan RM napi asal Lapas Pondok Rajeg sebagai pengendali, kemudian IHA berperan kurir yang juga penyimpang barang, lalu AMS berperan sebagai supir dan penyedia transportasi, serta MI sebagai penunjuk lokasi pengembalian serta penghubung antara kurir dengan pengendali di lapas,” lanjutnya.

Dharma mengatakan dari hasil penyelidikan dan penggeledahan oleh anggota Dirnarkoba Polda Jawa Barat didapatkan ratusan kilogram paket ganja kering asal Aceh.

“Barang bukti yang diperoleh 5 paket ganja kering seberat 200 kg, 1 paket ganja kecil, 11 handpone, mobil Avanza bernopol B 1094 ZFV serta sepeda motor bernopol B 6317 ZGY,” imbuhnya.

Hasil pengembangan jajaran di bawah kata Dharma, Subdit V melakukan penyelidikan dan penangkapan dari jaringan DF dan RM. Anggotanya pun berhasil menangkap tiga tersangka di Depok dan Kembangan, Jakarta Barat.

“Kedua tersangka RF alias JY selaku penerima barang dan pemilik gudang, kemudian AM pengendali dan pengedar serta ST alias RT pengendali antara kurir dan pengendali di Lapas,” beber Dharma.

Sementara Kasubdit V, Kombes M. Firman mengatakan pihaknya masih dalami jaringan di atas DF. Adapun barang bukti yang diamankan ratusan kilogram ganja asal Aceh.

“Ada tiga paket ganja seberat 122 Kg, dua buah alat hisap sabu dan 1 paper klip bekas sabu serta tiga buah buku rekening,” kata Firman.

Firman mengatakan total keseluruhan barang bukti yang disita dari dua kasus sebanyak 771,5 kg ganja. Narkoba tersebut dikendalikan dan diedarkan oleh napi Pondok Rajeg.

“Pengakuan mereka saat pengiriman narkoba itu disebutnya paket makanan, karena dilapisi plastik dan dikemas ke dalam kardus. Kita masih dalami kalau jaringan ini melakukan dengan packaging home industry,” pungkasnya. (Cex/det)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *