Izin Galian Dikantongi PT. MBK  Kadaluarsa, Tambang Galian C di Pasir Buncir Ditutup

Caringin – bogoronline.com – Tambang galian pasir di Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, pekan lalu ditutup paksa Komisi III DPRD Kabupaten Bogor dan petugas dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral. Penutupan paksa dilakukan, lantaran galian pasir yang dioperasikan PT. MBK, izinnya sudah kadaluara atau tak berlaku lagi.

“Kalau izinnya sudah habis atau kadaluarsa, tambang galian pasir ini sama artinya ilegal, kami tak bisa memastikan kapan tambang ini dibuka, yang pasti masalah ini akan dibahas saat rapat Komisi III dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral,” kata Ketua Komisi III Wawan Haikal Kurdi, Minggu (09/10).

Politisi Partai Golkar ini mengaku prihatin dengan kondisi lingkungan di sekitar areal tambang pasir. “Perusahaan menggali bahan pasir terlalu dalam, kondisi ini dikhawatirkan akan menyebabkan bencana, makanya, kita perintahkan agar tak ada lagi penggalian,” tegasnya.

Wawan menegaskan, kedatanganya ke lokasi galian ini, karena adanya laporan dari warga sekitar, jika perusahaan tambang menggali bahan pasir, tak memperhatikan aspek-aspek kelestarian lingkungan. Tak hanya itu, kontribusi perusahaan kewarga sekitar minim.

“Berusaha di galian itu kan untung berlipat-lipat ganda, kok kenapa, warga tidak diperhatikan, perusahaan kan memiliki kewajiban menyisihkan sedikit dari keuntungan yang didapatnya untuk membantu pembangunan infrastruktur di kampung-kampung di sekitar areal tambang,” ujarnya.

Warga Kampung Pasir Buncir, Iwan membenarkan, perusahaan sudah tak lagi kooperatif dengan warga. “Kami (warga –red) bukan minta bagian keuntungan, tapi tolong lah perusahaan memperhatikan warga yang tinggal di sekitar areal tambang, minimal ada sedikit kontribusilah sebagai kompensasi,” katanya.

Sebagai informasi, galian pasir di Desa Pasir Buncir itu, tahun 2003 lalu sempat ditutup permanen oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, paska tewasnya tiga penggali pasir tradisional dan satu relawan dari PMI, bernama Dadi Kusmayadi. Namun entah, kenapa galian  seluas 40 hektaran itu sampai sekarang masih beroperasi, sebelum ditutup paksa Komisi III DPRD. (Zah)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.


Fatal error: Exception thrown without a stack frame in Unknown on line 0