APBD 2017 Jabar Membengkak

BANDUNG- Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017 Pemerintah Provinsi Jawa Barat naik 13,93% dibanding APBD 2016 sebesar Rp 30 miliar. Dana Alokasi Umum (DAU) punya andil besar dalam meningkatnya APBD 2017 Jawa Barat, seiring masuknya 28 ribu PNS dari kota/kabupaten ke Pemprov Jabar.

Penandatanganan persetujuan APBD Jabar 2017 dilakukan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan bersama Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi saat Rapat Paripurna di DPRD Jabar, Rabu (07/12/2016) malam.

Total belanja daerah untuk penganggaran di tahun 2017 mencapai Rp 32,429 triliun. Ini didapatkan dari hasil perhitungan perkiraan pendapatan ditambah dengan penerimaan pembiayaan. Maka volume keseluruhan APBD Jabar 2017 yaitu sebesar Rp 32,740 Triliun meningkat sebesar Rp 3,334 Triliun atau sebesar 11,34% dari target murni APBD 2016 yaitu sebesar Rp 29,406 Triliun.

“Tentu ini meningkat karena tambahan DAU untuk sejumlah PNS baru yang berasal dari Kabupaten/ Kota sebanyak 28 ribu, tentu ditambah dengan pembiayaan lain,” kata Heryawan.

Seperti diketahui, mulai tahun 2017 SMA/ SMK Negeri di 27 Kabupaten/ Kota di Jabar akan diambil alih kewenangannya oleh Pemerintah Provinsi. Dengan begitu, Pemprov Jabar akan memiliki tambahan PNS Guru sebanyak 28 ribu orang.

“Pengalihan kewenangan ini berakibat 28 ribu PNS pindah ke Provinsi, ini jadi 2 kali lipat lebih kan, PNS Jabar kan asalnya 13.400 orang sekarang ditambah 28 ribu jadi 41.400 orang,” ujar Gubernur.

Menurutnya, penambahan ini cukup menguras anggaran sebab anggaran yang turun dari pemerintah pusat hanya DAU untuk gajinya saja.

“Kan mereka selain gaji butuh tunjangan, ada untuk operasional juga, kita kan harus membuat kantor-kantor baru, nanti akan dibangun tujuh UPTD,” tuturnya.

Namun begitu, Gubernur optimistis dengan pengalihan kewenangan SMA/ SMK ke Provinsi pendidikan di Jawa Barat akan semakin membaik. (Cex)

ARTIKEL REKOMENDASI