Peringati Hari Ibu, Ratusan Perempuan Ikuti Upacara Di Balaikota Bogor

Kota Bogor – bogorOnline.com

Memperingati Hari Ibu ke-88 yang jatuh tanggal 22 Desember 2016, Pemerintah Kota Bogor menggelar upacara di Plaza Balaikota Bogor, Kamis (22/12/16).

Upacara diikuti ratusan peserta dari beragam instansi dan persatuan. Mulai dari Polwan Polresta Bogor Kota, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Denpom 313/I-SLW, PIA Ardiya Garini, Bhayangkari Polresta Bogor Kota, GOW, TP. PKK Kota Bogor, DWP Kota Bogor, Kwarcab Pramuka, pelajajar SMA putri, PPI, KORPRI, pimpinan OPD, Camat dan Lurah Se-Kota Bogor, dan Forkominda Kota Bogor beserta istri.

Bertindak selaku inspektur upacara ketua Pengadilan Negeri Bogor Tenri Muslinda. Pada kesempatan tersebut Tenri Muslinda menyampaikan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise.

“Peringatan Hari Ibu setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia, yang telah berjuang bersama-sama kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan dan berjuang meningkatkan kualitas hidupnya. Inilah yang membedakan Hari Ibu di Indonesia dengan Peringatan ‘Mother’s Days’ di beberapa negara di dunia,” ujar Yohana dalam sambutan tertulisnya.

Yohana melanjutkan Hari Ibu di Indonesia dilandasi oleh tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tenteram, damai, adil, dan makmur. Sebagaimana dideklarasikan pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta.

“Peristiwa inilah yang kemudian dijadikan sebagai tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia dan diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Ibu, baik di dalam maupun luar negeri. Komitmen pemerintah juga dibuktikan dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959, yang menetapkan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu sekaligus Hari Nasional bukan hari libur,” tegasnya.

Yohana menambahkan, untuk itu, peringatan Hari Ibu juga menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia, telah menempuh proses yang sangat panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukannya dengan kaum laki-laki, mengingat keduanya merupakan sumber daya potensial yang menentukan keberhasilan pembangunan. Momentum Hari Ibu juga dijadikan sebagai refleksi dan renungan tentang berbagai upaya yang telah dilakukan dalam rangka memajukan pergerakan perempuan di semua bidang pembangunan.

“Perjalanan panjang selama 88 tahun, telah mengantarkan berbagai keberhasilan bagi kaum perempuan dan kaum laki-laki dalam menghadapi berbagai tantangan global dan multi dimensi, khususnya perjuangan untuk mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia,” pungkasnya.(bunai)