Astaghfirullah, Kakek Tega Cabuli Cucunya Yang Baru Usia 2 Tahun

Bogoronline.com, Sukajaya- Seorang kakek  Mamat (53) alias Banteng, tega mencabuli bocah berusia 2 tahun. Parahnya, korbannya adalah cucunya sendiri.

Kapolsek Kompol Sofyan mengatakan, peristiwa cabul tersebut terjadi di kediaman  tersangka, kampung lebak makam RT03/05, Desa Kiarasari Kecamatan Sukajaya.

Informasi yang dihimpun bogoronline.com, kejadian itu bermula pada hari kamis tanggal 13 oktober 2016 sekira pukul 07.30WIB, saat ibu korban mengasuh anaknya bersama dengan Nenekna korban dirumahnya. Kemudian, datang MM (50)  yang merupakan kakek tiri korban meminta agar ibu korban segera menjaga warung milik tersangka yang berada dirumahnya bersebelahan dengan rumah korban.

Rupanya, MM menyuruh ibu korban menjaga warung bertujuan untuk memuluskan niat bejatnya. Saat ibu korban bersiap untuk menjaga warung, MM yang sudah dirasuki nafsu setan membawa cucu tirinya itu pergi kerumahnya.

“namun ketika ibu korban hampir selesai mandi, tiba-tiba mendengar jeritan dari korban, dan nenek korban yang merupakan istri tersangka datang menyusul jeritan  tersebut,” ujar Kapolsek.

Setelah  dicari ternyata korban  berada di dapur  rumah  milik tersangka  dengan posisi digendong dan celana dalam milik korban  sudah terbuka dan dipegang  oleh tersangka dengan menggunakan tangan kanannya. “kemudian Neneknya  bertanya kepada tersangka kenapa celana cucu saya  dibuka, apakah kencing?,” kata Kapolsek.

Mendapat pertanyaan itu, tersangka terlihat kaget. “spontan tersangka menjawab jika Sdri NY digigit  semut,” katanya

Melihat korban yang menangis semakin keras, neneknya langsung mengambil cucunya dari gendongan tersangka. “kemudian neneknya memeriksa cucunya di depan rumah, tersangka datang dan mengatakan bahwa korban tadi menduduki cabe di dapur,” imbuhnya.

Alasan yang disampaikan tersangka dipercaya begitu saja. Namun, pada hari-hari berikutnya, keluarga mulai curiga. pasalnya, sejak kejadian di dapur itu, korban selalu menangis menahan sakit di daerah kemaluannya.

“setiap ibu korban hendak memandikan, korban menangis dan memegangi kemaluannya, dari hari kamis tersebut korban selalu menangis dan ketika hendak diceboki apabila pipis pun selalu menangis kesakitan,” kata Kapolsek.

Karena curiga,  kemudian, pada hari sabtu tanggal  15 oktober 2016, korban dibawa berobat ke bidan desa yang bernama Sdri Yeti di Kampung Pasir Walang Desa Kiarapandak Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor. Usai memerisa korban, Bidan Yeti menjelaskan bahwa  pada  bagian  kemaluan korban terdapat luka  lecet  akibat benda keras. Bidan mengarahkan  agar  segera  berobat ke dokter, kesimpulan dokter juga sama.
“dari bukti-bukti dan kesaksian yang dikumpulkan penyidik, MM kami tetapkan sebagai tersangka,” katanya. “dia kami tangkap di rumahnya hari kamis (27/10), sekira pukul 19.30,” tambah Kapolsek.

Kepada penyidik, tersangka mengakui perbuatannya. dari keterangan tersangka, aksi bejatnya itu hanya sekali. Tersangka mengaku tak kuat menahan nafsu melihat cucu tirinya, karena istrinya yang merupakan nenek korban sudah tidak menggairahkan. ”

“tersangka dan berkas perkara sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. kami harap kasusnya segera disidangkan,” pungkasnya (mul).

Comments