BNN Angkat Tangan Peredaran Online Tembakau Gorila

JAKARTA- Badan Narkotika Nasional (BNN) tak bisa berbuat banyak karena tembakau gorila dijual lewat e-commerce atau jual-beli online.

Kepala Bagian Humas BNN, Kombes Slamet Pribadi menjelaskan, tembakau gorila dijual Rp 300 ribu per 100 gram di salah satu lapak online.

“Penjualannya itu secara online, jadi kami susah untuk mendeteksi peredarannya di masyarakat”, kata Slamet Pribadi saat dihubungi dilansir CNNIndonesianews.com.

Slamet menyebutkan, BNN saat ini tidak memiliki kewenangan untuk bisa melakukan pencegahan terhadap peredaran narkotik sintetis tersebut. Hal ini karena jenis tembakau tersebut belum diatur ke dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Hingga saat ini, zat yang terkandung dalam tembakau gorila belum masuk ke dalam daftar lampiran UU Narkotik yang diperjelas dalam peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).

Menurut Slamet, tembakau gorila sejauh ini sudah masuk dalam tahap finalisasi draft di Kementerian Kesehatan untuk masuk ke dalam narkotika golongan I.

“Makanya saat ini kami sedang mengupayakan untuk memasukkan ‘tembakau gorila’ ini ke dalam UU Narkotika,” ujar Slamet.

Bahan baku pembuatan tembakau gorila berupa bubuk senyawa kimia yang dicampur dengan air kemudian disemprotkan ke daun tembakau. Bubuk tersebut mengandung zat kimia bernama AB-CHIMINACA. Zat tersebut merupakan salah satu jenis synthetic cannabinoid (SC). (cex/cnn)

Comments