“Bunda Tolong Aku, Tapi Aku Gak Bisa Tolong Bunda”

CIBINONG- Elsya Marisa (9) anak semata wayang korban tewas kapal terbakar Zahro Express, Eli Aliah (42), menceritakan detik-detik saat sang ibu berusaha menyelamatkannya dalam tragedi naas, Minggu (1/1) di perairan Kepulauan Seribu.

Saat itu, Elysa bersama Eli mendengar orang berteriak kebakaran dan banyak yang terjun ke laut. Eli kemudian mencarikan pelampung. Sayang, Eli hanya menemukan satu pelampung dan dipakaikan pada sang buah hati. Mereka pun lompat ke air coba menyelamatkan diri.

Selain tak memakai pelampung, Eli juga tidak bisa berenang hingga ia terapung di laut pun karena dipegangi Elsya agar tidak tenggelam. Selama 30 menit mereka berdua terapung di laut sebelum datang kapal nelayan mengangkat keduanya.

“Aku pegangin terus tangan bunda supaya gak kelelep karena bunda gak bisa berenang. Tapi pas datang kapal dan kita berdua naik, mulut bunda ngeluarin busa dan kata orang bunda sudah meninggal,” katanya sambil menangis, Senin (2/1).

“Bunda sangat sayang sama aku. Dia kasih aku pelampung padahal bunda gak bisa berenang. Aku gak bisa tolong bunda tapi bunda tolong aku,” sambungnya.

Elsya merupakan putri semata wayang pasangan Haris (50) dan Eli Aliah warga Perumahan Puri Nirwana 3, Blok BB Nomor 27 RT07/14, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong.

Sekeluarga, mereka berangkat dari Muara Angke hendak menghabiskan libur tahun baru di Pulau Tidung. Sayang tragedi naas itu terjadi dan merenggut nyawa Eli. (ed)

Comments