Bupati Bogor Keberatan Polsek Pindah Wilayah, Minta Polri Mengkaji Ulang

CIBINONG- Pemerintah Kabupaten Bogor meminta Polri mengkaji kembali wacana perpindahan 7 polsek ke wilayah hukum Polresta Bogor Kota. Luas wilayah dan keamanan jadi acuan agar Polri mengkaji kembali.

Bupati Bogor, Nurhayanti, meski wewenang ada di kepolisian, aspirasi masyarakat pun harus didengar. Asisten Pemerintahan diberi tugas oleh Nurhayanti untuk mengkaji sekaligus melobi Polri untuk tuntutan masyarakat ini.

“Itu kan baru wacana. Saya juga sedang melakukan kajian. Masyarakat pun menolak. Nah, kepolisian juga harus mendengarkam masyarakat yang merasa perlu dilayani,” kata Nurhayanti, Rabu (18/1).

Ditanyakan soal pembagian bagi hasil pajak dan kemugkinan ditariknya wilayah kecamatan ke Kota Bogor, menurut Nurhayanti, keduanya merupaka hal yang berbeda.

“Itu dua hal yang berbeda. Tapi saya rasa untuk bagi hasil pajak kendaraan tidak akan berpengaruh. Makanya, Pak Burhan (Asisten Pemerintahan) sedang melakukan kajian,” tandasnya.

Sementara Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky mengungkapkan, penilaian masyarakat penting untuk didengarkan. Karena, pada dasarnya Polri untuk melayani masyarakat.

“Ada instansi masyarakat termasuk pemerintah daerah, banyak hal yang harus dipertimbangkan. Pasti dikaji dulu, salah satunya masukan dari masyarakat,” kata Dicky.

Terlebih kebijakan institusi Polri, berjalan sesuai dengan undang-undang otonomi daerah. “Kalau saya sih tidak ada masalah jika memang diputuskan pindah wilayah hukum,” tukas Dicky.

Diberitakan sebelumnya, Polsek Sukaraja, Ciawi, Rancabungur, Dramaga, Kemang dan Ciomas direncanakan masul dalam wilayah hukum Polresta Bogor Kota demi pengamanan VVIP Istana Bogor. (cex)

Comments