Diduga Serobot Tanah Warga, Sentraland Parungpanjang Dipolisikan

PARUNGPANJANG– Nur Aini (54)   warga Perumnas Desa Parungpanjang, mempertanyakan status hak kepemilikan atas tanahnya, yang hingga saat ini belum dibayar pihak pengembang perumahan Sentraland. Dia pun mendatangi Polsek Parungpanjang guna membuat laporan atas hak miliknya tersebut. “Saya sudah beberapa kali memasang patok batas tanah milik saya tersebut. Namun selalu dibongkar oleh oknum disana. Makanya sekarang saya langsung melaporkan hal ini ke Polsek Parungpanjang,” Ujar Nur Aini kepada sejumlah awak media (18/1/)

Nur Aini mengatakan, persoalan atas tanah miliknya tersebut, sudah lama terjadi. Bahkan, sudah dilakukan beberapa kali mediasi. “Sudah empat kali saya pasang plang nama (papan nama kepemilikan-red) namun selalu di cabut oknum-oknum tidak bertanggungjawab,”ujarnya.

kata dia,pengakuan atas kepemilikan tanah yang awalnya berjumlah 2.390 meter persegi itu, diperkuat dengan adanya bukti surat tanah. “Kami memiliki surat tanah berbentuk SPPT Girik dan Kutipan Leter C
seluas 2.390 meter. Tapi sekarang hanya ada 700 meter.” ungkapnya

Secara terpisah, Kapolsek Parungpanjang, Kompol Lusi Saptaningsih, mengaku langsung melakukan pengecekan lokasi tanah yang disengketakan tersebut. Polisi bahkan telah memasang garis polisi untuk atas objek tanah yang dipersengketakan untuk kepentingan penyelidikan.

“Kami langsung pasang garis polisi. jadi menurut laporan warga, pembebasan awalnya dilakukan pihak perumnas, namun dialihkan ke pihak perumahan Sentraland. Kami masih lakukan penyelidikan guna mendalami kasus ini.” katanya.

Hingga berita ini di tayangkan belum berhasil mengkonfirmasi manajemen perusahaan pengembang SentraLand (mul)

Comments





Fatal error: Exception thrown without a stack frame in Unknown on line 0