Modal Awal Buku Dan Peta Penjajah Belanda, Bisa Datang Ke Nusantara

bogorOnline.com-
Rumor beredar di Eropa pada akhir abad ke-16 bahwa Portugis sedang ‘kedodoran’ menangani perdagangan rempah-rempah di Batavia, Jakarta tempo dulu, dan Kerajaan Belanda sedang bersiap-siap melakukan ekspedisi.
Ahli kartografi Jan Huygen van Linschoten buru-buru merampungkan bukunya yang berjudul Itinerario (terbit 1596) dan peta Indonesia lengkap dengan petunjuk navigasi (1598).
Sebelumnya, hanya Portugis yang memiliki informasi mengenai pelayaran ke dunia timur dan negeri itu menyimpan pengetahuannya rapat-rapat. Semua tahu apa yang terjadi kemudian.
Belanda datang ke Pulau Jawa dan mendirikan perusahaan multinasional pertama di dunia pada tahun 1602, Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC). Sejak itu, kekayaan alam Indonesia bagai terisap ke Belanda.
Pada akhir abad ke-16 itu, pengetahuan diperoleh dari buku. “Paman Google” yang sekarang ini sangat populer tentu saja belumlah lahir.
Bersenjatakan sebuah buku dan peta Van Linschoten, Belanda sukses dalam ekspansinya ke Asia, termasuk ke Indonesia yang diberinya nama Hindia Belanda.
Peta itu adalah modalnya. Benar bahwa pengetahuan dan kemajuan teknologi navigasi Belanda pada abad itu telah membawa ke zaman keemasan. Dua faktor penentu ini masih berlaku hingga sekarang.(rul)
Sumber: kaltim.tribunnews.com

Comments