Pansus Kaji Usulan Penambahan Modal Bank BJB dan LKM

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor mengajukan dana penyertaan modal perusahaan (PMP) milik daerah sebesar Rp33,7 miliar. Uang tersebut akan dikucurkan kepada dua BUMD yakni PT. Bank Jabar Banten (BJB) dan PT. Lembaga Keuangan Mikro (LKM). BJB meminta tambahan Rp17 miliar untuk mengejar angka Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal yang berfungsi menampung risiko kerugian yang kemungkinan dihadapi oleh bank.

“secara umum alasannya rasional, tapi nanti akan kami kaji terlebih dahulu,” ujar ketua Pansus PMP DPRD Kabupaten Bogor, Yuyud Wahyudin.

Menurut Yuyud, saat ini CAR Bank BJB baru diangka 16 persen dari dana masyarakat yang disimpan di Bank BJB. Tahun ini, BJB juga berencana melakukan ekspansi untuk memperluas jangkauan layanan. karena itu, BJB mengajukan PMP ke semua Kabupaten Kota pemegang saham bank plat merah teraebut. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memerintahkan agar BJB menambah modal untuk mengejar CAR diangka 18,5 persen pada 2018. “kepada Kabupaten Bogor mereka mengajukan Rp17 miliar,” katanya.

Menurut Yuyud, Kabupaten Bogor menjadi pemegang saham nomor empat terbesar di Bank BJB, setelah Pemerintah Propinsi Jabar, Kabupaten Bandung dan Kota Tangerang. Jumlah saham Kabupaten Bogor di BJB pada 2015 sebesar Rp 48 miliar, dengan saham yang hanya sebesar itu, Pemkab Bogor mendapat deviden Rp16 miliar atau 30 persen dari saham. “angka ini cukup besar,” katanya

Menurut Yuyud Kabupaten Badung Bali memiliki saham hingga Rp800 miliar dengan deviden 22 persen setiap tahun. “jadi sepertinya untuk BJB tidak ada masalah, hanya nanti akan kita kaji rencana atau misi ekspansi BJB, terutama di Kabupaten Bogor,” kata dia

Lain dengan BJB, Pansus nampaknya akan melakukan kajian lebih ketat terhadap usulan penambahan modal untuk LKM sebesar Rp15,7 miliar. Meski sama-sama untuk mengejar ratio CAR, kontribusi LKM dianggap masih terpaut jauh dengan BJB. “LKM ini baru ada 13 cabang di Kabupaten Bogor, kita juga perlu tahu rencana mereka bagaimana menghadapi masalah keuangan mikro menyusul banyaknya rentenir yang menjerat masyarakat” katanya

Pansus, kata Yuyud, belum mendapat penjelasan tersebut. ” untuk LKM kita akan lebih hati-hati,” pungkasnya (ful)

Comments