Bogor Gelar Deklarasi Damai

CIBINONG- Tak kurang dari 1200 orang perwakilan organisasi masyarakat (Ormas), LSM, pimpinan pondok pesantren, ulama, institusi penegak hukum hingga partai politik di Kabupaten Bogor mengikuti deklarasi damai di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Jumat (20/1). Deklarasi ini merupakan pernyataan sikap masyarakat menjaga persatuan, kesatuan dan keamanan.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky mengungkapkan, deklarasi itu dibutuhkan untuk menangkal peredaran informasi tidak benar (hoax) provokatif di tengah masyarakat belakangan ini.

“Ini (hoax) menjadi sesuatu yang mengancam kesatuan. Kita tidak akan segan menindak penyebar berita semacam itu tapi tetap dengan bukti-bukti faktual,” katanya seusai acara.

Dia memperingatkan, pihak yang mengatasnamakan media massa agar tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam setiap penyajian berita.

“Nanti kita usulkan portal-portal berita dan akun media sosial penyebar hoax untuk ditutup oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi,” tegasnya.

Pelaku penyebar informasi bohong menurut dia akan dikenakan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Terkait informasi bohong di media sosial, Bupati Bogor, Nurhayanti mengimbau masyarakat tidak mudah terpancing emosi dan ikut menyebarkan ke masyarakat luas. Ia meminta masyarakat mengkaji isi pemberitaan di media massa dan media sosial sebelum menilai baik atau tidak.

“Apabila terjadi lagi aksi perusakan dan anarkisme, itu sebagai tanggung jawab petugas penegak hukum,” kata dia yang pada kesempatan itu, ia mengumumkan rencana cuti hingga akhir Januari 2017 untuk melaksanakan umrah. Selama kurang lebih dua pekan ke depan, posisinya akan digantikan Sekretaris Daerah, Adang Suptandar.

Pernyataan sikap dalam deklarasi damai:
1. Menolak segala bentuk kekerasan bentuk ujaran kebencian provokasi dan adu domba yg dapat memecah persatuan bangsa.

2. Mendukung penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan.

3. Menolak segala bentuk paham anti pancasila, UUD 45 dan menjaga keutuhan NKRI.

4. Patuh dan taat terhadap hukum yg berlaku.

5. Sepakat tidak membawa segala bentuk permasalahan dr luar ke dalam wilayah Kab. Bogor.

6. Mendukung segala putusan Ijtima ulama 2000 se – kab. Bogor yg dilaksanakan oleh MUI Kab. Bogor tentang radikalisme, terorisme dan bentuk negara.

7. Sepakat membangun kebersamaan dan perangi pengaruh medsos HOAX/ fitnah.

8. Mendukung menkominfo untuk menutup akun medsos / portal berita yg bersifat provokatif dan tidak memiliki ijin.

9. Menjaga dan mewujudkan situasi Kab. Bogor yg kondusif, aman dan damai.

10. Menjaga silahturahmi, keutuhan dan kerukunan serta kebhinekaan.

11. Kab. Bogor merupakan rumah bagi seluruh insan manusia yang cinta damai.

(cex)

Comments