Terkait Sengketa Tanah, Sentraland Parungpanjang Klaim Punya Bukti SHGB

PARUNGPANJANG – Kasus sengketa lahan di kawasan perumahan elit Sentraland Parungpanjang ditangani oleh kepolisian sektor Parungpanjang. Namun, pihak Sentraland mengaku belum mendapat panggilan dan atas dasar apa mereka diperkarakan. Sentraland mengklaim sudah tidak ada sengketa atas tanah yang kini sedang dibangun.
Manajer Operasional Perum Perumnas Parungpanjang, Agus Widodo mengatakan, jika pelaksanaan proyek perumahan Sentraland sudah dibuatkan perjanjian kerjasama. Kerja sama operasional (KSO) itu dilakukan antara pihak Perum Perumnas dan PT. Cahaya Subur Lestari (CSL). “karena sudah masuk ranah hukum, silahkan hubungi kuasa hukum manajemen KSO.” Ucap Agus Widodo, kepada wartawan.

Dihubungi melalui telepon seleulernya, kuasa hukum manajemen KSO Priber Sitinjak menuturkan, hingga hari ini, pihak manajemen KSO belum menerima pemberitahuan, laporan, pemanggilan apalagi pemeriksaan dari siapapun terkait adanya klaim lahan perumahan tersebut. “Kami tidak tahu siapa yang melapor, apa laporannya dan siapa yang dilaporkan?¬† Saya hanya tahu dari informasi saja. Sudah saya konfirm ke Polsek, tapi belum ada jawaban,” ujar dia kepada wartawan.

Lebih jauh dia menjelaskan, memang mengetahui adanya surat pemberitahuan dari Kades Kabasiran tentang masih adanya kekurangan sisa bayar tanah. Namun, pihak manajemen KSO punya bukti kepemilikan berupa surat hak guna bangunan (SHGB) atas lahan seluas 7 hektare lebih tersebut, dan sudah tidak ada sisa pembayaran tanah alias nol. “SHGB itu produk negara, produk BPN. Prosedur penerbitannya juga melalui Tim 9 yang didalamnya ada unsur Kecamatan, Desa dan lain-lainnya,” kata Sitinjak membeberkan.

Sitinjak menambahkan, SHGB tersebut masih atas nama Perum Perumnas dan masih dalam proses balik nama. “intinya dari Sertifikat HGB tersebut, sudah tidak ada masalah dan tidak ada sisa tanah yang belum dibayar. Kepala Desa juga sudah ikut menandatanganinya.”tegasnya

Proyek perumahan Sentraland yang berada di Desa Kabasiran Kecamatan Parungpanjang disoalkan oleh salah satu warga, yang mengaku sebagai pemilik lahan yang sah dan sama sekali belum dibayar. Nuraeni (54) menuding pihak pengembang perumahan Sentraland sudah menggunakan tanah miliknya.

karena merasa dirugikan Nur Aeni melapor polisi, Lahan yang menjadi objek laporannya itu, sudah dipasang garis polisi, proyek untuk sementara dihentikan. (mul)

Comments





Fatal error: Exception thrown without a stack frame in Unknown on line 0