Tumbuhkan Rasa Kepekaan Sosial, Kopaja Didik Anak Putus Sekolah Di Jalanan

bogorOnline.com-Cileungsi-

Meras prihatin dengan nasib anak putus sekolah, beberapa mahasiswa membuat komunitas pengajar anak jalanan (Kopaja) Cibubur. Para mahasiswa gabungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pakuan (Umpak), Sekolah Tinggi Agama Islam Swasta (Statis Lantaboer), dan School Economic Banking Islamic (SEBI) kembali melakukan suvai ke beberapa titik area Cibubur, antara lain Perumahan Metland, Transyogi, Kecamatan Cileungsi, Legenda Wisata, Gunungputri dan area Jalan Raya Narongong, Klapanunggal.

Ketua Kopaja, Fahmi Fauzan mengaku telah melakukan pendataan sejak Rabu lalu (11/01). Ia mengaku sengaja membentuk komunitas ini sebagai wadah aktualisasi diri atas predikatmahasiswa, kata dia, kepedulian dan kepekaan social menjadi bagian sangat penting.

“Intinya wadah belajar untuk kami. Karena dengan komunitas ini kami dituntut tanggungjawab untuk melakukan pengawalan pada anak jalanan hingga mendapat hak-haknya, antara lain pendidikan,” kata mahasiswa smester 111 ini.

Dari sebuah obrolan kecil, pada akhirnya beberapa mahasiswa dari 4 kampus bersepakat untuk mengorbankan waktunya mengajar para anak jalanan. Karenanya, komunitas yang berdiri baru hitungan hari ini membuat program dan mengawali gerakannya dengna pendataan.

“Kami masih proses pendataan. Setelah selesai pendataan kamii langsung ke program,” pungkasnya.

Ia menerangkan, hasil pendataannya awal di lapangan, lebih dari 21 anjal yang terpaksa putus sekolah. 16 orang diantaranya menjadi pemulung dan lainnya adalah pengamen jalanan. Umumnya para anjal kisaran umur 5 sampai 12 tahun. Keseluruhan anak Jalanan itu tinggal di area penampungan barang bekas di Kampung Karet, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, dan beberapa lainnya di Desa Citeureup Kecamatan Citeureup. “Ada segelintir yang masih sekolah, namun terbatas waktu belajarnya karena harus bekerja,” tuturnya.

Rencananya, aktifitas belajar mengajar akan dilakuan di beberapa titik, antara lain Balai Desa Tajur dan Desa Cileungsi Kidul. “ Tempatnya kami pilih yang paling terjangkau oleh mereka. Untuk Balai Desa Cileungsi Kidul sudah diperkenankan. Sedangkan Desa Tajur sedang proses konfirmasi,”  pungkasnya.(rul)

Comments