Waduk Puncak Masuk Pengerjaan Fisik, Target 2019 Rampung

CIBINONG- Program waduk Ciawi dan Megamendung yang diyakini mampu mengurangi banjir DKI Jakarta, memasuki tahap pengerjaan fisik setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) rampung melelangkan megaproyek itu Desember 2016 lalu.

Pemerintah pusat menargetkan, pengerjaan fisik dua waduk itu rampung pada 2019. Pembebasan lahan pun telah selesai dan tinggal melakukan pembayaran secara bertahap.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWS Cilcis), T. Iskandar menjelaskan, Waduk Ciawi memakan anggaran Rp 785 miliar seluas 90 hektare sementara Waduk Megamendung Rp 462 miliar seluas 50 hektare.

“Anggaran itu hanya untuk pengerjaan fisiknya. Untuk fisik murni menggunakan APBN Kementerian PUPR. Kalau untuk pe

“Untuk pembebasan lahan, urunan antara Kemen PUPR dengan Pemprov Jabar,” kata Iskandar usai jumpa Bupati Bogor, Nurhayanti di Pendopo Bupati, Cibinong, Kamis (13/1) petang.

Pembayaran untuk lima bidang lahan yang akan dibebaskan sudah dilakukan. BBWS pun mengajak Badan Pertanahan Nasional dan pemerintah daerah setempat untuk menginventarisir lahan yang akan dibayar.

“Pengerjaan fisik untuk Waduk Ciawi dilakukan PT Abipraya bekerjasama dengan SAK Nusantara sementara Waduk Megamendung dikerjakan PT Wijaya Karya bekerjasama dengan PT Basuki Ramantraputra,” tukas Iskandar.

Pembangunan Bendungan Ciawi (Cipayung) dilaksanakan sebagai upaya optimasi pengendalian banjir yang selalu terjadi di Jakarta apabila musim hujan. Bendungan ini akan dibangun dengan tipe urugan zonal random dengan volume tampungan maksimal waduk mencapai 6,45×106 (m3).

Rencana pembangunan Bendungan Ciawi (Cipayung) terletak di bagian hulu sungai Ciliwung di Kecamatan Megamendung mencakup Desa Cipayung, Desa Gadog, Desa Sukakarya dan Kecamatan Cisarua yang mencakup Desa Kopo, yang secara administratif berada di wilayah kabupaten Bogor.

Untuk Waduk Cipayung, 12,32 hektare lahan akan dibebaskan, kemudian Desa Cipayung 54,14 hektare, Sukakarya 39,95 hek­tare. Sementara Waduk Cipa­yung hanya ‘memakan’ dua desa, yakni 18,65 hektare lahan Desa Sukakarya dan 5,55 hek­tare Desa Sukamahi.

“Waduk atau Bendung Cipa­yung rencananya, lahan yang di­bebaskan 107,3 hektare dengan rencana genangan 79 hektare. Kalau yang Sukamahi 24,2 hek­tare yang akan dibebaskan dan rencana genangannya 13 hek­tare,” timpal Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah. (cex)

Comments