Ketua Komisi D DPRD Kota Bogor, Sayangkan Ambruknya Atap SDN Pakuan

Bogor – bogorOnline.com
Dunia pendidikan sepertinya memerlukan perhatian yang lebih dari pemerintah, pasalnya masih ada saja Bangunan gedung Sekolah yang rapuh serta rawan Ambruk, sepert SDN Pakuan yang berada di Komplek Pakuan 2, Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Sekira pukul 9.00 Wib Bangunan Sekolah tersebut tiba-tiba saja ambruk, Beruntung pas kejadian adalah hari libur, sehingga tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Diduga robohnya atap bangunan perpustakaan SDN itu dikarenakan kayu bagian atas yang sudah rapuh karna dimakan rayap.
Camat Bogor Selatan, Sujatmiko Baliarto menuturkan, ambruknya ruangan di SDN Pakuan karena rusak pada bagian atap nya, yaitu diruangan perpustakaan dan ruang komputer. Tidak da korban jiwa, karena kebetulan pada saat itu, tidak ada kegiatan belajar mengajar (libur).
“Bangunan SDN itu ambruk dikarenakan material kayu di bagian atap yang sudah rapuh karena rayap. Akibatnya, buku-buku, perlengkapan serta peralatan yang ada di ruang perpustakaan rusak tertimpa matrial bangunan. Saat ini sedang dilakukan penanganan, pembersihan matrial dan pemindahan buku-buku dan peralatan ke lokasi aman, serta dilakukan juga pemasangan terpal di atap ruangan yg ambruk,” ungkap Sujatmiko saat dihubungi wartawan, Minggu (12/2/17).
Sedangkan, Ketua Komisi D DPRD Kota Bogor Fraksi PKS, Adityawarman Adil menegaskan, dirinya sangat menyayangkan atas kejadian kejadian itu, karena letaknya ada diperkotaan. Dari keterangan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, memang masih ada beberapa bangunan sekolah dari jaman inpres dulu, jadi usia bangunan nya sudah lumayan lama.
“Menurut informasi yang didapat Disdik Kota Bogor ada 20% bangunan sekolah yang usianya sudah tua. Salah satunya SDN Pakuan, tapi pada tahun 2017 tidak ada pembangunan baru, hanya revitalisasi saja,” kata Adit.
Adit melanjutkan, untuk revitalisasi menurutnya bisa dilakukan melalui Corporate Social Reaponsibility (CSR) perusahaan yang ada di Kota Bogor atau sekitar sekolah. Itu dilakukan jika dalam APBD 2017 tidak bisa dianggarkan, untuk SD Pakuan ini akan dicek terlebih dahulu bagaimana kerusakannya.
“Pendidikan dan Kesehatan hal yang penting, tapi kenapa Pemkot Bogor tidak mengutamakan sarana dan prasara pendidikan. Kalau sarana dan prasarananya tidak mendukung bagaimana pendidikan bisa maju, itu harus dijadikan prioritas utama pembangunan, dibanding dengan membangunpedestrian atau taman. Jangan dilupakan juga SD yang berlokasi dipinggiran kota, besok saya akan cek ke SDN Pakuan,” lanjutnya.
Adit menambahkan, saya sudah konfirmasi kepada Plt Kadisdik Kota Bogor Pak Fahrudin, dia membenarkan kejadian robohnya ruangan sekolah SD Pakuan. SDN Pakuan memang memiliki bangunan yang sudah lama.
“Tahun 2017 ini SDN Pakuan masuk dalam program revitalisasi, jadi baru akan dikerjakan. Semoga tidak menggangu kegiatan belajar dan mengajar,” pungkasnya. (RzB).

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.