Sampah Pasar Cicangkal “Banjiri” Perkampungan Warga

 

RUMPIN – Kurangnya penanganan masalah sampah di pasar tradisional, selalu menjadi polemik di tengah masyarakat. Seperti yang terjadi di Pasar Cicangkal Kecamatan Rumpin. Pasar yang berada di perbatasan Desa Tamansari dan Sukamulya ini dikelola oleh PD Pasar Tohaga, mulai disoal warga. Pasalnya, penanganan sampah di pasar ini sangat minim. “saat musim hujan begini, sampah pasar berserakan hingga memasuki perkampungan warga dan dibiarkan membusuk sampai menyebarkan bau tak sedap.” Ujar Sa’ani (50) warga Kampung Lebak Pasar, kepada wartawan, Senin (6/3/2017).

Kurangnya perhatian pihak pengelola dari unit Pasar Cicangkal tersebut, terlihat karena hingga saat ini belum tersedianya bak sampah. Sehingga di saat hujan turun sampah selalu berserakan di kampung tersebut. “Jadi warga yang tinggal di Kampung Lebak Pasar terutama wilayah RT 03 RW 4 Desa Tamansari yang selalu jadi korbannya.” ujar Sa’ani mengungkapkan.

Hal ini dibenarkan Saba’as (45) Ketua RT 03. Dia mengatakan, saat hujan, air turun dari Pasar Cicangkal dan membawa serta sampah. “Apalagi debit air kadang sampai setinggi lutut orang dewasa. Sampah yang terbawa juga sangat banyak,” tuturnya

Ketua RT menambahkan, bahwa dirinya sudah beberapa kali melayangkan protes ke pihak pengelola unit Pasar Cicangkal. Namun hingga kini, belum juga ada tanggapan serius. “Saya sudah melaporkan bahwa sampah sering masuk ke perkampungan warga di saat musim hujan. Dulu pernah  ada yang survei ke lokasi, tapi hingga kini belum ada penanganan apapun. “saya mohon ke pihak pengelola pasar segera membangun bak sampah. Supaya saat musim hujan begini sampah pasar Cicangkal tidak merambah ke kampung dan rumah warga.” Ujar Ketua RT menegaskan.(mul)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.