Akibat Bikin Gaduh, Angkutan Online Bukan Plat F Tidak Boleh Beroperasi

CIBINONG-

Aksi bentrok yang terjadi antara angkutan online dengan angkutan kota (Angkot) di daerah Bogor beberapa waktu lalu, rupanya benar-benar menjadi warning bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor.

Hal tersebut membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Bogor pun kini tengah gencar melakukan sosialisasi kepada para pengemudi angkutan online. Bahkan berdasarkan hasil kesepakatan yang ada, ojek online dengan nomor polisi selain domisili Bogor (F), tidak boleh beroperasi.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan pada Dishub Kabupaten Bogor, Dudi Rukmayadi menjelaskan, aturan itu hampir di semua daerah yang ada di Indonesia melakukannya.
Pembatasan online dikarenakan kendaraan roda dua tidak dibenarkan sebagai angkutan. Untuk itu, cara membatasinya, diatur melalui domisili kendaraan. Kalau kendaraannya misal nomor polisinya plat B atau selain plat Bogor, itu tidak boleh beroperasi disini, harus ganti domisili.

“Tapi kalau pengemudi angkutan onlinenya bebas, orang mana saja boleh, yang penting kendarannya,” jelas ujarnya saat ditemui bogorOnline.com di Dewan.

Dudi menambahkan, akan tetapi, Dishub mengaku ada beberapa kendala yang kini dihadapi dalam hal pendataan ojek online yang ada. Merujuk pada aturan yang mengharuskan pihak angkutan online memberikan laporan jumlah kendaraannya yang beroperasi setiap bulan.
Untuk jumlah ojek online belum ada data pasti, entah itu berkurang, bertambah ataupun tetap.

“Kita terus usahakan untuk komunikasi dengan provider onlinennnya,” tambahnya.(rul)

Comments