Pemuda Masjid Adalah Pemimpin Masa Depan

Bogor – bogorOnline.com
Sebanyak 68 orang peserta yang mewakili 68 Kelurahan sekota Bogor, hadir dalam kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) ke 5, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Bogor. Acara Musda digelar di Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Jalan Padjajaran, Baranangsiang, Kelurahan Bogor Timur, Kota Bogor.
Ketua Pelaksana Musda BKPRMI ke 5, Nurdat, mengatakan, Musda ini bertemakan ‘Pemuda Remaja Masjid Kini Adalah Pemimpin Masa Depan’ dengan menghadirkan para pengurus BKPRMI yang eksis di 68 Kelurahan di Kota Bogor.
“Insyaallah, tema itu yang menjadi dasar pemikiran kita, agar supaya menjadi agent of change di wilayahnya masing-masing, seperti kita memperdayakan mushola dan masjid,” ungkap Nurdat, Minggu (30/4/17)
Tidak hanya memperdayakannya saja, lanjut Nurdat, dari konsepsi program, konseptual pemikiran, ide, gagasan, ataupun inovasi.
“Kita berharap teman-teman yang memakmurkan masjid juga bicaranya tidak dalam tata konsep saja, tetapi aktuating untuk bicara dimakmurkan oleh masjid. Jadi itulah tujuan yang sejatinya, bisa diaplikasikan kedalam tujuan hidup mereka pribadi masing-masing dan bisa menjadi sentrum pemberdayaan pemuda islam khususnya di Kota Bogor,” jelasnya.
Dia menambahkan, mengenai perwali diniyah, itu sudah diajukan dari tahun 2012. Tetapi, sampai saat ini masih tersendak-sendak, menurut pertimbangan Walikota Bogor, Bima Arya, yakni ada ketidaksesuaian mengenai Menkumham, karena dianggap Perda yang diskriminatif.
“Jika memang seperti itu, maka Perda-Perda yang lain harusnya di evaluasi kembali. Kita menginginkan supaya perwali ini juga menjadi harapan besar bagi kita, untuk bisa menjadi sebuah payung hukum, mendapatkan stimulasi, suporting, seperi dana ataupun operasional dalam mengelola taman pendidikan alquran khususnya di BKPRMI. Kami bukannya tidak berjuang, tapi kita juga terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pak walikota dalam hal ini, untuk bisa mempertimbangkan jalur-jalur yang mungkin bisa ditempuh jika memang ada ketidaksesuaian atau penolakan. Tapi, masa sih kita yang mayoritas kalah dengan minoritas ? Pak walikota sebagai pemuda islam, diharapkan bisa bijak menyikapi kebutuhan mayoritas,” tandasnya.
Sementara, Asperbangkesra Kota Bogor, H. Edgar Suratman, menuturkan, BKPRMI ini adalah salah satu organisasi ormas islam yang tentunya lebih fokus ke pada peningkatan kuantitas dan kualitas remaja masjid.
“Diharapkan dengan adanya Musyawarah Daerah BKPRMI ke lima ini, menghasilkan program yang kapabel, visionable, profesional, prespektif dan produktif untuk menghasilkan kuantitas dan kualitas remaja masjid, kedua, menghasilkan pemimpin yang tidak hanya mengandalkan voting, tetapi dengan bermusyawarah. Mengenai judulnya, yang harus dikedepankan adalah perwujudan dari judul tersebut, tidak hanya di dalam acara saja pengaplikasiannya. Serta, harus memiliki profesionalisme, integritas, kepedulian dan inovasi,” pungkasnya.
Acara turut dihadiri oleh, Ketua Umum DPD BKPRMI Kota Bogor, Drs. KH. Dede Supriatna, Dewan Penasihat DPD BKPRMI Kota Bogor, Drs. KH. Ade Sarmili, Sekretaris Umum DPD BKPRMI Kota Bogor, Husen Assoleh, Ketua Umum DPW BKPRMI Jawa Barat, H. Yeyen Munawar RZ, Asperbangkesra Kota Bogor, H. Edgar Suratman, Ketua Umum KNPI Kota Bogor, H. Hasbulloh , Ketua Umum MUI Kota Bogor, KH. Adam Ibrahim, Ketua Umum FKDT Kota Bogor, Ahmad Fathoni, Ketua Umum GP Ansor, Rachmat Imron Hidayat, unsur jajaran Kecamatan Se-Kota Bogor dan unsur Ormas lainnya. (Nai)

Comments