KH Mustofa Pimpin MUI Kota Bogor Siap Kembalikan, Marwah Kota Bogor Sebagai Kota Wali

Bogor – bogorOnline.com
Musyawarah Daerah ke IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor sudah selesai dilaksanakan di gedung PPIB, Jalan Pajajaran, Rabu (17/5/2017). Setelah melalui berbagai tahapan pemilihan yang dilaksanakan di dalam Musda, akhirnya KH Mustofa Abdullah Bin Nuh (Kyai Toto), terpilih menjadi Ketua MUI Kota Bogor untuk periode 2017 – 2022.
Ketua MUI Kota Bogor terpilih, KH Mustofa usai Musda mengatakan, setelah selesai semua proses pemilihan ini, selanjutnya akan ada berbagai agenda kerja MUI Kota Bogor. Kyai Toto panggilan akrabnya ini mengatakan, MUI Kota Bogor memiliki sejumlah tugas dan pekerjaan, salah satunya mengembalikan marwah Kota Bogor sebagai kota wali, caranya dengan mengembalikan keberagamaan Islam seperti yang dulu pertama kali dibawa oleh para Aulia lebih dari 700 tahun lalu yaitu kembali kepada keberagamaan  Islam yang ahli sunah wal jamaah.
“Kita harus kembalikan marwah Kota Bogor ini sebagai kota wali. Untuk itu mari kita bersama sama saling mendukung perubahan Kota Bogor tersebut,” ungkapnya.
Selain itu, kaderisasi sangat penting, jadi selama lima tahun kedepan harus dimanfaatkan untuk melakukan kaderisasi.
“Kaderisasi penting, dan saya untuk memimpin MUI ini lebih baik hanya satu periode saja, karena kita harus menyiapkan kader kader untuk berkiprah di masyarakat,” ucapnya.
Menurut Kyai Toto yang juga Ketua Yayasan Islamic Center Al Ghazaly ini, banyaknya faham maupun kelompok kelompok radikalisme, harus segera ditangani oleh pemerintah. Radikalisme itu bukan karakter keberagamaan Islam bangsa Indonesia. Radikalisme sesuatu yang asing sehingga mari kita semua bahu membahu melunakkan radikalisme dengan membekali mereka melalui pendidikan dasar Islam agar mendapat masukan keberadaan Islam yang moderat seperti yang dulu diwariskan oleh para aulia.
Terkait kondisi Kota Bogor, harus diciptakan kondusifitas keberagamaan Islam dan memberikan ruang gerak bagi agama lainnya.
“Kerukunan beragama harus diusung, kedamaian dan kebersamaan harus diciptakan di Kota Bogor. Untuk mewujudkan dan melaksanakan itu semua, mari kita bersama sama bekerja untuk Kota Bogor ini,” imbuhnya.
Sebelumnya, dalam kegiatan Musda, ada dua calon ketua yang dipilih langsung, diantaranya, KH adam Ibrahim dan KH Mustofa. Melalui pemilihan langsung, akhirnya KH Mustofa terpilih dengan meraih 8 suara dari 11 pemilik hak suara. Para pemilik hak suara itu diantaranya, 2 suara dari ormas yaitu NU dan Muhammadiyah, 3 suara dari unsur pengurus harian MUI, dewan penasehat MUI 1 suara,  MUI Kecamatan 3 suara, perwakilan pondok pesantren 1 suara dan 1 suara lainnya dari DMI atau lembaga keislaman.
Dalam Musda itupun telah ditetapkan posisi dewan pertimbangan MUI, diantaranya, KH Husni Tamrin, KH Adam ibrahim, KH Mustofa, KH Djujih Jaya Sumpena, KH Madrofi, KH Ade syarmili. Sidang dipimpin oleh ketua formatur KH Husni Tamrin.
Ketua DMI Kota Bogor, KH Ade Syarmili mengatakan, MUI sebuah wadah permusyawaratan ulama dan menjadi payung hukum bagi seluruh masyarakat Kota Bogor. MUI juga penggerak dan pencerdas umat di Kota Bogor.
“Kami berharap seluruh stake holder harus bersama sama membangun kemajuan MUI, sehingga dalam setiap pertimbangan, kebijakan dan program harus melibatkan seluruh unsur elemen dan komponen masyarakat di Kota Bogor,” pungkasnya. (Nai)

Comments