Taufik Hidayat, Owner Mahesa Group International (MGI)

Taufik Hidayat, Owner Mahesa Group International (MGI)

 Jatuh Bangun Usaha, Terinspirasi Bob Sadino dan Habibie

 

Taufik Hidayat, S.Sos. Owner MGI (Mahesa Group International)

Taufik Hidayat masih ingat dengan jelas bagaimana rasanya jatuh terpuruk karena gagal berbisnis. Dua kali ia merasakan pahitnya kenyataan ketika rekan bisnisnya berkhianat yang membuat usahanya bangkrut. Namun, bukan Taufik namanya, jika hanyut meratapi masa lalu itu. Ia memilih bangkit dan menjadikan pengalaman pahitnya itu sebagai pelajaran.

“Kesalahan saya mungkin terlalu percaya pada teman di lapangan. Semua urusan saya serahkan dan kurang kendali. Sehingga waktu proses pekerjaan dari jalur yang direncanakan saya mengalami kerugian yang sangat besar,” katanya.

Taufik bahkan harus menjual sebagian hartanya untuk menutup kerugian dan menjaga nama baik perusahaan. “Saya sempat drop dan berniat berhenti berbisnis. Tetapi, saya berfikir ulang, masak saya harus mundur setelah begitu banyak yang saya korbankan,” katanya

Taufik lalu merintis lagi usahanya. Pelan-pelan ia bangun bisnisnya yang sempat terpuruk. Perlahan tetapi pasti, Taufik berjaya lagi. Usahanya bangkit lagi, hingga tiga tahun kemudian atau pada 2015 ia mengalami keterpurukan untuk yang kedua kali. Taufik kembali melewatinya.

Taufik memulai berbisnis saat usianya menginjak 24 tahun. Berkat ketekunannya, Pria kelahiran Tahun 1984 itu, kini memiliki 6 perusahaan yang bergerak diberbagai bidang. Perusahaan terbarunya adalah Mahesa Group International (MGI). Taufik merupakan owner di perusahaan Multi Level Marketing tersebut.

“Ide awalnya, saya ingin memiliki perusahaan yang di dalamnya semua orang bisa bergabung, berbisnis dan mendapat keuntungan dari perusahaan itu, “ ujar, Taufik saat berbincang santai di kediamannya, pekan lalu.

Benar saja, baru satu tahun berdiri, MGI telah berhasil merekrut sekitar 300 ribu orang member. MGI juga telah membuka beberapa kantor Cabang, di seluruh Indonesia. Di Bogor, MGI bisa ditemui di Mall Robinson, Jalan Raya Gor Pakansari Cibinong. Kantor MGI di Bandung beralamat di Jalan Buah Batu Regency. “Kami juga sudah buka kantor cabang di Garut, Tasik, Cikampek dan beberapa kota di Jawa Barat. Madiun di Jawa Timur, dan di luar Jawa ada di Jambi, Bali, Padang,” paparnya.

Seperti perusahaan multi level pada umumnya, MGI juga menjual produk sebagai objek bisnis anggotanya. Namun, Taufik mengatakan, banyak sekali keunggulan yang ditawarkan MGI yang tidak ditawarkan perusahaan lain. Tentunya, berbagai program unggulan ini ditujukan untuk menguntungkan member.

“Keunggulan pertama ada pada kualitas produk yang kami jual. Produk kami merupakan produk herbal dari mulai sabun wajah, hingga stamina laki-laki yang juga bisa dimanfaatkan untuk perempuan karena manfaatnya untuk menjaga stamina dan pencegahan terhadap berbagai macam penyakit,” katanya. “Produk ini  berkualitas sangat baik,” imbuhnya.

Keunggulan lainnya soal pemberian bonus. MGI memiliki tiga kriteria bonus, yakni, bonus sponsor untuk setiap member mendaftar baru, bonus pasangan setiap kali mencapai target jumlah kaki atau pasangan member dan terakhir bonus undian. Untuk yang terakhir ini, MGI tidak membedakan member baru dan member lama. “Kalau misalkan MGI menyiapkan undian mobil, setiap member punya kesempatan yang sama. Yang baru ataupun yang lama sama-sama mendapat nomor undian,” katanya. “Setiap enam bukan sekali kami adakan gebyar. Nah diacara itu kita akan berikan bonus undian,” tambahnya.

Terinpirasi Bob Sadino dan BJ Habibie

“Waktu kecil saya bercita-cita ingin menjadi pejabat publik. Tetapi melihat perkembangan politik dan sistem pemilu di negeri kita, saya justru ingin menjadi pengusaha terlebih dulu. Harus mapan dulu secara ekonomi, sehingga tidak mudah digoda korupsi,” katanya.

Sebagai pengusaha, Taufik menjadikan Bob Sadino sebagai sosok idola. Keuletan, profesionalisme dan kesederhanaan dicontoh dari sosok pengusaha sukses Indonesia itu. Selain kerap berpenampilan sangat santai, Taufik juga mengikuti konsep bisnis Bob Sadino “mengalir saja”. “Bob Sadino itu penampilannya slenge’an, sederhana tetapi punya kualitas bisnis yang luar biasa,” katanya.

Menurutt Taufik, prinsip-prinsip Bob Sadino yang diterapkan dalam bisnis masih sangat relevan di tengah kompetisi bisnis saat ini, terutama menghadapi era globalisasi yang sangat kuat. Untuk itu, menjadi pengusaha saat ini, harus memilki wawasan yang luas, pergaulan dan kemampuan melobi sangat menentukan maju atau mundurnya usaha yang dilakukan.

“Kalau regulasi pemerintah sebenarnya sudah banyak yang memudahkan bagi pelaku usaha. Hanya saja, pemerintah harus juga memastikan pengusaha dalam negeri mendapat peluang dan kesempatan yang lebih menguntungkan,” katanya

Bob Sadino menjadi sosok idola di bidang usaha. Lalu, siapa pejabat publik yang menginspirasi Taufik?. “Habibie,” singkatnya.

Menurut Taufik, Habibie merupakan tokoh bangsa yang sangat cerdas. Pemikiran sangat jauh dan sangat berpihak untuk memajukan bangsa dan negaranya. Habibie, kata dia, juga sosok yang punya integritas dan komitmen untuk tidak terlibat dalam tindak pidana korupsi. “Dia sangat briliant,” katanya.

Taufik punya mimpi menjadi pejabat publik di kemudian hari. Seperti ia kemukakan di awal, ia ingin saat menjadi pejabat publik, dirinya telah selesai dari godaan materi dunia. “Pemimpin harus mapan baik dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup, juga mapan ruhani untuk menolak segala bentuk ajakan korupsi,” tandasnya (ful)

Comments