Masyarakat Parungpanjang Minta Jalan Parungpanjang-Bunar Bebas Truk Tambang selama 14 Hari

H -7 TRUK TRONTON DILARANG MELINTAS DI PARUNGPANJANG

PARUNGPANJANG – Menjelang hari raya Idhul Fitri 1438 Hijriyah, masyarakat Parungpanjang meminta agar truk tronton bermuatan hasil tambang di larang melintas di jalan raya Mohammad Toha Desa Parungpanjang, sejak H-7 hingga H+7. Permintaan pelarangan melintas bagi kendaraan angkutan tambang tersebut, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat dalam merayakan hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah.

“Masyarakat Parungpanjang meminta kendaraan truk tronton pengangkut hasil tambang untuk tidak beroperasi di jalan raya Parungpanjang, selama 14 Hari . Jadi libur dulu, dan hal ini sangat wajar, karena masyarakat hanya meminta satu tahun sekali,” ucap Icang Aliyudin Sekretaris Kecamatan Parungpanjang kepada bogoronline.com.

Icang Aliyudin, Sekcam Parungpanjang

Icang mengatakan, permintaan tersebut disampaikan warga dan telah disepakati bersama semua pihak, berdasarkan hasil musyawarah. Kesepakatan bersama ini melibatkan warga, tokoh masyarakat, pengusaha transporter serta aparatur Muspika Parungpanjang. “Kesepakatanya telah di masukan dalam agenda tahunan.
Hal itu dilakukan agar saat hari raya lebaran dan arus mudik masyarakat tidak terganggu. Yang dilarang itu hanya truk tronton angkutan tambang, namun untuk kendaraan besar yang membawa bahan sembako tidak dilarang,” kata Icang.

Dengan adanya kesepakatan pelarangan truk tronton tersebut, sambung Icang, diharpakan para pengusaha transpoter untuk mengikuti peraturan yang sudah ada dan disepakati. “Karena ini bagian dari pelayanan terhadap masyarakat dan menjadi tupoksi DLLAJ dan pihak kepolisian untuk menindak pengusaha angkutan yang tidak mau mengikuti aturan ini. Kami juga siap memberikan bantuan dengan menerjunkan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP).” Pungkasnya, (mul).

Comments