Jembatan Penghubung Dua Kabupaten dan Antar Provinsi Amruk, Tiga Pemotor Jatuh Kesungai

PARUNGPANJANG  – Pasca hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Parungpanjang, Jembatan Cimatuk yang merupalan salah satu sarana akses penghubung antara warga Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang ambruk. Jembatan Kali Cimatuk yang terbuat dari bambu itu, merupakan jembatan penghubung antara Kabupaten Bogor, Provinsi Jawabarat dan Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, tepatnya berada di Kampung Bojong RT 01/03, Desa Jagabita Kecamatan Parungpanjang, Rabu, (12/07/2017).

Dari informasi yang didapat bogoronline.com, jembatan mengalami ambruk sekitar pukul 07.00 WIB, Akibatnya aktifitas warga lumpuh total dan terpaksa menggunakan jalur alternatif lain, meski harus memutar sangat jauh.
Menurut salah satu warga sekitar yang menyaksikan langsung Fatmawati (40), saat jembatan ambruk, dirinya sempat berteriak minta tolong. Hal itu karena ada warga yang yang sedang mengendarai motor ikut jatuh kebawah sungai. Teriakan Fatmawati ini membuat warga berdatangan dan langsung membantu warga yang jadi korban tersebut. “Alhamdulillah semua korban selamat. Ada tiga orang yang jatuh ke sungai. Orang Tangerang,” ujarnya.

Fatmawati mengungkapkan, jembatan penghubung ini ambruk diterjang derasnya air karena selama ini hanya diperbaiki bagian atasnya saja. “Sementara kalau yang bagian bawah dibiarkan rusak.” bebernya.

Saksi lainnya, Nana (35) menambahkan, tiga orang pengendara motor itu jatuh saat melintasi jembatan tersebut yang tiba-tiba juga ambruk persis dibagian tengahnya. “Padahal inikan jembatan penghubung antara Desa Jagabita Parung Panjang Kabupaten Bogor dan Desa Sukamanah Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang yang merupakan akses utama warga,” katanya.
Menurut dia, jembatan selalu ramai digunakan warga untuk berangkat kerja dan ke Pasar Parungpanjang, termasuk anak sekolahpun sering melintasi jembatan ini. “Dulu katanya jembatan ini akan di bangun tapi hingga kini nyatanya tidak ada infonya lagi.” katanya.

Sementara Sekdes Jagabita, Awaludin mengatakan, jembatan dengan panjang 30 meter dan lebar satur meter setengah itu ambruk pada saat digunakan warga. “Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun ada tiga unit kendaraan sepeda motor dan pengendaranya yang ikut jatuh ke sungai seiring ambruknya jembatan tersebut,” bebernya.
Sekdes Jagabita juga mengungkapkan bahwa jembatan Kali Cimanceri ini hanya terbuat dari batang bambu dan sudah berumur puluhan tahun. Warga hanya mampu memperbaiki jembatan tersebut alakadarnya. Padahal tidak ada akses lain lagi yang bisa di pergunakan warga untuk melakukan aktifitas lintas kabuoaten dan lintas provinsi tersebut. “Untuk memperbaiki jembatan Kali Cimanceri ini, seharusnya duduk bareng antara pemkab Bogor dan pemkab Tangerang. Agar ada solusi bagaimana caranya untuk membangun jembatan lebih kuat dan layak yang menjadi pembatas di dua kabupaten ini,” Tandasnya, (mul).

Comments