Ketua AMK Jabar, Apresiasi Kinerja Bima Arya

Bogor – bogorOnline.com
Sejumlah terobosan program, pembangunan serta kebijakan yang dikeluarkan Walikota Bogor Bima Arya selama menjabat 3 tahun ini, diapresiasi oleh Ketua PW Angkatan Muda Kabah (AMK) Jabaar EF Joy Pendhita.
Joy menegaskan, secara fisik beberapa pembangunan telah mempercantik kota ini. Kemudian, kebijakan yang diterapkan juga membawa sejumlah perubahan baik di bidang pelayanan kepada masyarakat atau di tubuh birokrasi yang ada di pemkot itu sendiri.
“Ada pro serta kontra jelas itu hal biasa dalam sebuah kepemimpinan. Namun, apa yang sudah dilakukan harus dibarengi dengan yang namanya sebuah konsistensi. Contohnya dalam suatu pembangunan, maka jangan asal bangun namun hasilnya juga harus dirawat,” ungkap Joy, Kamis (20/7/17).
Beberapa event yang bersifat nasional serta internasional pun, sambung Joy, membawa harum nama Kota Bogor ini. Pendapatan daerah menjadi meningkat dan wilayah juga makin terkenal.
“Kegiatan lari marathon yang terakhir juga patut diapresiasi. Terlebih, hal itu kegiatan pertama yang pernah dilakukan di Indonesia,” ujar Joy.
Joy mengaku, apresiasi yang diberikan kepada Bima dan jajarannya ini, melihat dari beberapa hal. Misalnya, perubahan dari segi tata kota yang dapat dirasakan warga langsung, baik dari sarana dan prasarana dalam menunjang kegiatan warga. Misalnya saja di kota Bogor banyak dibangun taman-taman. Selain itu, dibangunnya pedestrian dan jalur sepeda menambah estetika di pusat kota menjadi nyaman hingga warga pun terus tergerak berolahraga. Dibangunnya Lawang Suryakancana dan Tepas Salapan Lawang Dasakerta menjadi icon baru kota Bogor selain Tugu Kujang yang sering dikunjungi warga dan wisatawan.
“Diketahui juga, satu program prioritas penataan transportasi yang dilakukan belum lama ini adalah pemberlakuan Sistem Satu Arah (SSA) seputaran Kebun Raya Bogor (KRB) dan Istana Bogor, meski awalnya menuai pro dan kontra. Namun akhirnya setelah dilakukan uji coba kebijakan SSA dipermanenkan dibarengi dengan perbaikan infrastruktur untuk memperlancar arus lalu lintas dan terbukti mengurai kemacetan. Penataan trasnportasi lainnya yakni rerouting (penyebaran rute trayek) dan konversi 3 angkot ke 1 bus. Tercatat dari 3.412 angkot akan disebar rute trayeknya hingga 68 Kelurahan di Kota Bogor, program ini diberlakukan tahun 2017 dan selanjutnya akan dilakukan konversi angkot ke bus di koridor utama atau di pusat kota,” paparnya.
Joy melanjutkan, program penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) terus digeber. Salahsatunya, penataan PKL di jalan Otista dan di jalan Sukasari (Pedagang tanaman) yang dipindahkan ke jalur Regional Ring Road (R3) terbilang cukup berhasil ditata dengan baik.
“Dan dari data yang saya peroleh, maka di tahun 2017 turun bantuan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) sebanyak 2.549 dan memberikan insentif kepada 2.398 guru ngaji,” imbuhnya.
Ditambahkan Joy, dalam reformasi birokrasi, Pemkot memberlakukan pelayanan administrasi kependudukan online, pelayanan perizinan online, pengaduan online, dan panggilan darurat 112. Bahkan, Pemkot Bogor memiliki pusat data (command center) yang berada di Bogor Green Room (BGR) Balaikota Bogor yang terhubung dengan kamera CCTV untuk memantau arus lalu lintas.
“Dan untuk mengetahui persoalan dan potensi di wilayah Bima menggagas program ‘Ngantor di Kelurahan’, kemudian ‘Tenda Walikota’, serta kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di bawah. Dan sekali lagi pesan saya, hal yang sudah baik tolong dijaga. Kemudian, jika ada program terbaru yang akan dikeluarkan bisa dipikirkan secara matang agar tidak mubazir dan sia-sia,” tandasnya. (Nai/Gin)

Comments