Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bogor Adakan Bursa Kerja

CITEUREUP-

Dalam usaha menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Bogor yang sudah mencapai angka 231.854 jiwa, Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Bogor melalui Dinas Tenaga Kerja mengadakan pameran bursa kerja Kabupaten Bogor yang di ikuti 40 perusahaan ketermuka di bidangnya masing-masing untuk menserap 3500 orang pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan, pameran bursa kerja berlangsung selama dua hari yakni tanggal 24 Agustus 2017- 25 Agustus 2017, yang bertempat yang bertempat di area parkir hall indocement Citeureup.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bogor, Nurhayanti yang secara langsung membuka pameran bursa mengatakan hingga saat ini pengangguran dan kemiskinan masih merupakan persoalan yang sangat serius di Kabupaten Bogor, terutama belum seimbangnya jumlah tenaga kerja terdidik dengan pasar kerja serta rendahnya daya serap tenaga kerja karena rata rata pencari kerja memiliki kualifikasi yang berbeda dengan standar perusahaan. Di sisi lain, kita juga berhadapan dengan pertumbuhan angka angkatan kerja yang jauh lebih cepat daripada pertumbuhan kesempatan kerja yang tersedia.

“Tenaga kerja terdidik yang memiliki kualifikasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan kurang memiliki akses terhadap pasar kerja, sedangkan di sisi lain perusahaan juga kurang memiliki akses terhadap potensi pencari kerja,”katanya.

Sambung Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Bogor Yous Sudrajat mengatakan, melalui UPT Balai Latihan Kerja (BLK), telah berupaya melakukan berbagai pelatihan kerja bersertifikat dan pertahun meluluskan 1200 orang. Selain itu, juga mengembangkan mitra kerja berupa forum bursa kerja khusus (bkk) Kabupaten Bogor yang merupakan forum komunikasi antara Dinas Tenaga Kerja dengan beberapa sekolah SMK yang ada di Kabupaten Bogor. Dengan begitu perlu adanya sinergi antara perusahaan dengan pencari kerja yang terbangun melalui kegiatan pameran bursa kerja ini mampu mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan produktivitas perusahaan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, sehingga secara keseluruhan mampu meningkatan kemampuan bersama.

“Jadilah tenaga kerja yang tidak hanya cerdas dan terampil dalam bidangnya masing masing, akan tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dalam dunia usaha, etos kerja yang tinggi serta daya kreasi yang inovatif untuk melaksanakan terobosan baru,” katanya saat ditemui bogorOmline.com di lokasi hari ini.(rul/Diskominfo)

Comments