ZM dan Tagor Gagas Koalisi Gemuk, Enam Parpol Siap Berkoalisi Untuk Pilwalkot Bogor 2018

Bogor – bogorOnline.com
Komunikasi antar partai politik dengan tujuan membangun sebuah koalisi bersama untuk maju di Pilkada Kota Bogor 2018, terus di lakukan sejumlah parpol di Kota Bogor. Lima partai politik di Kota Bogor melakukan komunikasi intensif jelang Pilwalkot, diantaranya, partai Golkar, PPP, Hanura, Nasdem, Perindo, dan PKB. Pertemuan dilakukan disebuah cafe berlokasi di bilangan kawasan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Rabu (2/8/17).
Pertemuan partai Golkar dan PPP yang semakin intensif, menunjukan sinyal kuat bahwa keduanya bakalan berkoalisi di Pilwalkot. Sebelumnya, kedekatan antara Ketua DPC PPP Zaenul Mutaqin dengan Ketua DPD Golkar Tauhid J Tagor, menjadi perbincangan dan perhatian berbagai kalangan di Kota Bogor. Bahkan disinyalir kuat hubungan keduanya sebagai kedekatan yang akan menghasilkan sebuah kesepakat koalisi PPP dan Golkar di Pilwalkot mendatang.
Namun demikian, politik itu berproses secara dinamis dan cair, sehingga keputusan membangun koalisi maupun pengusungan pasangan calon Walikota dan calon Wawalkot ditentukan oleh Dewan Pimpinan Partai (DPP) masing masing partai politik.
Ketua DPD Golkar Kota Bogor, Tauhid J Tagor didampingi Bendahara DPD Golkar Kota Bogor Rafly, mengatakan, pertemuan dengan sejumlah pimpinan partai politik di Kota Bogor hanya sebagai pertemuan silaturahmi. “Ini hanya silaturahmi saja, yaa kita saling bertemu antar ketua ketua partai,” ujarnya.
Ketika ditanyakan soal rencana koalisi menjelang Pilwalkot, Tagor mengakui bahwa salah satu pembahasan dalam pertemuan silaturahmi itu adalah berkomunikasi soal koalisi.
“Yaa, kita membicarakan juga soal koalisi untuk membangun perahu yang akan digunakan di Pilwalkot nanti. Kita menyatukan pandangan, persepsi masing masing partai dan membangun kesepakatan bersama. Intinya kita sedang berkomunikasi dan kalau ada arah koalisi, maka pertemuan lanjutan akan terus dilakukan,” jelasnya.
Tagor menambahkan, saat ini yang sedang di intensifkan adalah membangum koalisi partai, sedangkan untuk mengusung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota, akan ditentukan oleh DPP setelah koalisi partai terbentuk.
“Enam partai ini mungkin akan lebih kompak dan membentuk perahu bersama, terkait nahkodanya nanti, yaa kita lihat kondisi kedepan pastinya. Siapa yang bagus elektabilitasnya, maka dia jadi nahkoda untuk calon F1 atau F2. Kita cari kesepakatan bersama dulu,” tandasnya.
Sementara, Ketua DPC PPP Kota Bogor, Zaenul Mutaqin mengatakan, pertemuan enam partai politik yang dilakukan ini merupakan pertemuan lanjutan dari komunikasi sebelumnya. Memang jelang Pilwalkot ini, para pimpinan pimpinan partai terus melakukan komunikasi intensif dan menggagas kesepakatan bersama untuk Pilwalkot 2018. Sama seperti PPP yang juga terus melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik. Saat ini sudah tergabung enam partai politik, dan kedepannya bisa saja terus bertambah partai yang bergabung dengan kami.
“Ini pertemuan informal kita para ketua partai yang kami gagas. Kita berbicara dan diskusi soal bagaimana menyatukan kesepahaman soal Pilkada Kota Bogor,” terangnya.
Terpisah, Ketua DPC Nasdem Kota Bogor, R. Ayu mengatakan, pertemuan Nasdem dengan PPP dan Golkar serta partai lainnya terus di lakukan. Pertemuan juga berguna untuk menyamakan rencana rencana koalisi, tetapi sampai saat ini terkait arah koalisi untuk Pilwalkot masih dalam proses.
“Nasdem terus menjalin komunikasi dengan parpol parpol yang ada. Kita juga sedang membicarakan arah arah koalisi bersama untuk Pilwalkot. Jadi semuanya masih berproses,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris DPC Hanura, Faisal Alatas mewakili Ketua DPC Sumiati Eneng mengungkapkan, terkait Pilwalkot Bogor, DPC Hanura Kota Bogor sudah memberikan rekomendasi calon Walikota kepada Bagus Karyanegara. Namun untuk koalisi partai politik sangat di perlukan, karena Hanura yang hanya memiliki 4 kursi di DPRD Kota Bogor belum cukup untuk mendapatkan tiket Pilwalkot.
“Kita harus berkoalisi, karena Hanura hanya memiliki 4 kursi DPRD. Jadi pertemuan ini sebagai langkah komunikasi dalam membangun kesepakatan koalisi, agar kami bisa mendapatkan perahu untuk bisa maju Pilwalkot nanti,” pungkasnya. (Nai)

Comments