Gema Kosgoro Kritisi BUMN Merugi

bogorOnline.co.

Kerugian yang dialami 24 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada semester I-2017 yang mencatat total kerugian Rp 5,852 trilyun dikritisi Gerakan Mahasiswa Kosgoro.

“BUMN mengalami kerugian Rp 5,852 trilyun. Ini ada yang salah. Kerugian BUMN jelas merugikan rakyat Indonesia,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Mahasiswa Kosgoro HM Untung Kurniadi kepada wartawan di sela-sela diskusi publik dengan tema “BUMN Rugi: Salah urus atau salah pilih?” di Wisma Mas Isman pada Rabu, (27/9) siang.

Hadir dalam diskusi tersebut Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono, Sekjen Gema Kosgoro yang juga staf ahli DPR Dian Assafri, Ketua LSM Gerak Abdul Haris san Wakil Sekjen PPK Kosgoro Said Arismunandar.

Untung memaparkan, jika dibandingkan tahun lalu, jumlah BUMN yang mengalami kerugian berkurang dari 27 di semester I-2016 menjadi 24 di semester I-2017. Namun, dari sisi nilai kerugian bertambah sedikit, dari Rp 5,826 triliun di semester I-2016 menjadi Rp 5,852 triliun di semester I-2017.

Kerugian BUMN, kata Untung, tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab Kementerian BUMN yang berperan melakukan pembinaan. Dengan masih adanya BUMN yang mengalami kerugian maka Kementerian BUMN tidak melaksanakan fungsi pembinaan dengan baik. “Ini sebuah indikasi Menteri BUMN gagal membina BUMN,” katanya.

24 BUMN yang mengalami kerugian bergerak di berbagai sektor, antara lain perdagangan, farmasi, pariwisata, percetakan, pertambangan, industri strategis, industri keuangan, hingga transportasi.

Salah satu BUMN yang mengalami kerugian di semester I-2017 adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Di sepanjang semester I-2017, perseroan mengalami kerugian sebesar US$ 283,8 juta (atau sekitar Rp 3,77 triliun, kurs Rp 13.314 per dolar) dengan mengakumulasikan kerugian di kuartal I-2017 sebesar US$ 99 juta dan kerugian kuartal II-2017 184,7 juta. Angka ini mengalami kenaikan signifikan semester I-2016 US$ 63,19 juta.(di)