PMII Kabupaten Bogor: Dibalik Tragedi Rohingya Kepetingan Ekonomi, Bukan Antar Agama

CIBINONG-

Ketua Pergerakan Mahasisiwa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Bogor Muhamad Husnul mengatakan, setelah melihat mendengar dan menganalisa secara mendalam nampaknya kejadian kekerasan terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar seperti bola salju yang semakin membesar hingga ke wilayah Bumi Tegar Beriman.

Hal tersebut juga perlu dicermati untuk tidak terpancing mengenai isu antar agama yang berkembang diluar. Dikerenakan munculnya konflik tersebut adalah adanya kepetingan ekonomi yang melatarbelakangi peristiwa kekerasan tersebut.

“Sekali lagi kami tekankan ini bukan tentang agama melainkan soal ekonomi di balik persoalan Rohingya itu,” tagas Husnul saat dihubungi bogorOnline.com Senin (4/9/17).

Husnul menambahkan, disana ada jalur sumber energi, minyak dan gas. Sehingga ada kepentingan dibungkus dengan konflik agama dan dipelihara oleh oknum yang ingin mendapatkan keuntungan. Konflik antar-etnis di Myanmar sudah terjadi sejak masa penjajahan Inggris yang memecah belah etnis dan terus dipelihara sebagai sebuah peta konflik.

Tragedi kemanusiaan terhadap warga Rohingya juga tidak bisa dilihat sebagai konflik antara pemeluk agama. Dengan begitu pihaknya meminta masyarakat yang ada di Kabupaten Bogor jangan terpancing oleh isu Agama kerena akan sangat berdampak buruk bagi persatuan dan kesatuan di Tanah Air ini.

“Semoga apa yang saya utarakan ini bisa dimengerti dan tatap bersatu dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika Berbeda-beda tetapi tetap satu,” tambahnya.(rul)

Comments