Warga Desak Pemkab Batasi Truk Tambang di Jalan Parungpanjang-Bunar

PARUNGPANJANG – Warga dan tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Parungpanjang meminta pihak berwenang di Pemkab Bogor segera membatasi waktu melintas bagi ribuan truk tronton pengangkut hasil tambang. Pembatasan waktu melintas atau yang populer disebut jam tayang itu diharapkan akan mengurangi timbulnya resiko kecelakaan lalu lintas, berkurangnya debu dan lebihbterawatnya jalan.

“Kami berharap perjanjian jam tayang truk tronton yang sudah disepakati dijalankan. Jamgan biarkan para sopir truk tronton terus melanggar aturan yang disepakati.” Ujar salah satu warga saat menyampaikan aspirasi pada giat reses anggota DPRD Dapil V belum lama ini.

Permintaan warga itu muncul karena lalu lalang truk tambang dianggap telah membawa berbagai dampak negatif, diantaranya banyak warga terserang ISPA, jalan cepat rusak dan adanya korban laka lantas. Camat Parungpanjang Edi Mulyadi tidak menampik soal banyaknya aspirasi terkait keluhan dampak negatif yang dikeluhkan warganya yersebut. Menurut Camat, salah satu solusi yang diharapkan adalah wacana Wagub Jabar Dedi Mizwar untuk adanya jalan khusus tambang.

“Karena jalan ini jalan provinsi, jadi digunakan bersama antara transportasi tambang dan aktifitas warga. Data yang kami terima dari Dishub, setiap 24 jam ada sekitar 3000 lebih unit kendaraan tambang yang melintas,” ujarnya saat mberikan sambutan.

Camat Edi menambahkan, sebenarnya sudah ada perjanjian kesepakatan pembatasan jam tayang truk tambang, yaitu mulai jam 5 sore sampai jam 7 malam. “Bahkan pernah dibuat portal, tapi ada demo penolakan secara besar, sehingga macet total hingga ke Tanggerang. Saat itu Kapolsek mengambil solusi membuka portal guna menjaga kondisi kamtibmas.” paparnya.

Hal ini diamini Kapolsek Parungpanjang Kompol Lusi Saptiningsih. Menurutnya, aparat Polsek sidah berusaha menerapkan tindakan guna menjalankan kesepakatan lokal tentang waktu jam tayang. “Tapi kami perlu landasan lebih kuat guna menindaklanjuti keinginan warga tersebut. Karena ini bukan hanya wewenang Polri tapi juga lintas sektoral.” tegas Kapolsek Parungpanjang.

Menanggapi hal ini, para wakil rakyat sepakat akan melakukan kajian lebih mendalam atas usulan warga Parungpanjang. “Soal jalan tambang, itu tujuannya bagus. Tapi hingga saat ini kami belum menerima grand design terkait hal itu, “Ujar Ade Ruhandi, kepada awak media.

Menurut pria yang akrab disapa Jaro Ade ini, upaya pertama yang akan dilakukannya adalah membuat surat rekomendasi kepada Bupati Bogor untuk lebihperkuat kedepakatan jam tayang truk tambang. “Kami akan segera rekomendasikan hal ini secepatnya, agar kesepakatan lokal bisa berjalan sesuai yang telah dimusyawarahkan.” jelasnya, (mul).

Comments