Kadis Lingkungan Hidup : Perusahaan Alas Telur Belum Kantongi Amdal

PARUNGPANJANG – Perusahaan alas telur di Kampung Cibunar Kardun RT 02/03 Desa Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, tenpat 7 orang karyawan dan warga tewas di bak penampungan limbah ternyata belum mengantongi izin amdal, analisa mengenai dampak lingkungan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Pandji Ksyatriadi mengatakan, keberadaan pabrik tersebut belum mengantongi izin baik dari perindustrian maupun Lingkungan Hidup. “Belum ada kajian Amdalnya,” tegasnya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor turut melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian 7 karyawan dan warga sekitar pabrik pembuatan tatakan telur tersebut. Tim DLH Kabupaten Bogor, telah mengambil sampel air limbah dan material bahan baku produksi.

Pandji Ksyatriadi mengatakan, parameter air dan parameter udara bisa dijadikan bahan untuk mengetahui apa penyebab hingga 7 orang tersebut tewas. “Dari SOP 14 hari bisa diketahui hasil labnya, dan itupun bersama Mabes Polri dari bahan perbandingannya,” ujarnya.

Menurut Pandji, udara yang dikeluarkan dari pabrik pembuatan tatakan telur sudah tidak berbahaya lagi. “Kami mempunyai alatnya untuk mengetahui hal itu dan medeteksi pencemarannya,” kata dia.

Namun begitu, mantan Camat Rumpin ini menambahkan, pihaknya tetap akan melakukan pengecekan dari udara maupun air. Dan hasilnya baru akan diketahui 14 hari kedepan. (Mul)

Comments