Kasie DLH Pemkab Bogor Dedi, Terus Tingkatkan Pengawasan Di Wilayah

CIBINONG-

Kasie Pemeliharaan dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
Kabupaten Bogor Dedi Hernadi mengatakan, adanya kejadian pada tujuh orang karyawan perusahaan krai atau alas telur, di RT02/03, Kampung Cibunar Balai Desa, Desa Cibunar, Kecamatan Parungpanjang. Meninggal dunia, didalam sebuah bak penampungan limbah di dalam pabrik tersebut pada bebebarap bulan yang lalu. Tentunya menjadi bahan evaluasi untuk lebih meningkatkan lagi pengawasan dari semua pihak.

“Sebab sepengatahuan kami perusahaan itu tidak memiliki izin sama sekali,” kata Dedi saat ditemui bogorOnline.com Rabu (25/10/17).

Dedi menambahkan, dirinya juga meminta kerja sama mulai dari tingkat wilayah yaitu Rukun Tentang (RT), Rukun Warga (RW), desa dan kecamatan. Untuk sama-sama dengan pihaknya melakukan pengawasan terhadap lingkungan di tempatnya masing-masing. Agar kejadian tersebut tidak kembali berulang. Sebab wilayah Bumi Tegar Beriman ini amat luas, kecamatannya saja mencapai 40 dibandingkan dengan jumlah Pegawai tentunya amatlah jauh beribang.

“Tapi kami terus berupaya semaksimal mungkin melakukan pengawasan sesuai Tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) yang ada,” tambahnya.

Sebelumya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor melalui  Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Industri Desy Zerlina menerangkan, memang perusahaan tersebut dari awal pihaknya sudah menduga sama bahwa tidak memiliki izin sama sekali. Hal itu terbukti ketika pihaknya langsung kelokasi menanyakan kepada desa dan kecamatan setempat ternyata benar belum ada sama sekali izinnya dan memang si pemilik pabrik melakukan kegiatan atau proses produksi secara diam-diam.

“Kami sudah melakukan pengecekan izin dan teknis dari perusahaan tersebut dan dipastikan belum memiliki izin usaha industri,” katanya saat ditemui bogorOnline.com di kantornya.

Sambung Sekretaris Dinas (Sekdis) Disperdagin Pemkab Bogor Linda Hendrayani menambahkan, dengan adanya kejadian diatas tentunya seluruh perusahan yang ingin melakukan kegiatan atau bekerja di wilayah Bumi Tegar Beriman harus menempuh prosedur yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Daerah. Sehingga kejadian ini jangan sampai berulang-ulang apalagi hingga menelan korban jiwa.

“Ini murni kesalahan dari sipemilik perusahan bukan kesalah dari Pemerintah,” singkat Linda.(rul)

Comments