Presiden Jokowi Jangan Ada Yang Main Uang, Apalagi APBD

bogorOnline.com-

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kepada para kepala daerah agar tidak lagi bermain dengan uang apalagi berkaitan dengan APBD. Hal ini disampaikan Presiden saat memberikan arahan kepada para kepala daerah dalam acara Rapat Kerja Pemerintah (RKP) yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta.

“Berkaitan dengan korupsi, takut semua pada operasi tangkap tangan (OTT), ya jangan ambil uang. Tidak perlu takut kalau tidak melakukan apa-apa,”  tegas Jokowi,  kemarin.

Ke depan Presiden akan membangun sistem baik e-planning, e-budgeting, e-procurement untuk mencegah tindak korupsi. Sistem ini diyakini Presiden akan mengurangi OTT, bahkan tidak akan ada lagi kepala daerah yang mengalami OTT. Presiden Jokowi juga mengingatkan kepada kepala daerah untuk lebih hati-hati dalam pengelolaan anggaran.

“Saya tidak bisa bilang jangan kepada KPK. Saya bantu hanya dengan cara ini, membangun sistem ini, kita bangun bersama-sama,” ucap Presiden.

Sehubungan dengan pengelolaan APBN, Presiden mengingatkan, agar pengelolaan APBD tidak lagi menggunakan pola lama dimana anggaran dibagi rata ke dinas-dinas. Pengelolaan anggaran daerah juga masih di-drive oleh Kepala Dinas Keuangan dan Badan Keuangan Daerah. ”Harusnya yang menentukan, saya ingin Gubernur, Bupati, Wali Kota,” kata Presiden Jokowi.

Presiden mengaku, ingin misalnya, Gubernur, Bupati atau Wali Kota mau menganggarkan untuk pasar. Ada 20 pasar atau 10 pasar di sebuah daerah, ya minta saja. Tugas pemimpin, lanjut Presiden, adalah bagaimana melobi agar DPRD setuju, sesuai dengan kehendak gubernur, bupati, dan wali kota.

“Saya minta pasar ini selesai 2 tahun. Sudah, anggarkan di situ, jegrek, pasti barangnya jadi dan rampung, Bapak dan Ibu semua meninggalkan legacy yang baik,” tutur Presiden Jokowi.(rul)

Sumber:http://m.republika.co.id/amp_version/oydqbk396

Comments