Komisi 3 Iswahyudi Pelototin Taman Situ Front City, Yang Jumlah Anggarannya Milyaran

CIBINONG-

Melihat kondisi Proyek taman pada penataan kawasan strategis plaza situ Pemerintah Daerah (Pemda) alias Situ Front City. Yang berlokasi di samping gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor terkesan asal-asalan maka Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Iswahyudi mengatakan, pihaknya akan segera memanggil dinas terkait dalam hal ini adalah Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan
Pengembangan Daerah (Bappeda) Pemkab Bogor bersama kontraktor. Untuk mempertanyakan sejauh mana progres pekarjaan taman pada proyek tersebut, yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat sekitar itu.

“Kita akan cek terlebih dahulu kerena menurut ketentuan pekerjaan harus selesai pada bulan Desember 2017. Mudah-mudah bisa terlaksana,” kata Iswahyudi saat ditemui bogorOnline.com di Dewan Selasa (31/10/17).

Sebelumnya, Koordinator Aksi Serikat Mahasiswa dan Pemuda Bogor (SPMB) Furqon Ahmad Huda mengatakan, pasalnya, proyek APBN yang menelan anggaran Rp. 4.408.241.000 tersebut yang dikerjakan oleh PT Uber Karya dan PT Samtara Putra Sejahtera KSO, dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender kerja, terhitung mulai 31 Juli 2017 di awasi oleh Kontraktor dari PT Rahfindo Cipta Enggeneering harus jelas dan harus transparan.

“Apalagi Penataan kawasan strategis plaza situ diduga menyalahi bestek atau rencana anggaran belanja (RAB) yang ada. Coba saja lihat, masa proyek miliaran itu, oleh para pekerjanya menggunakan pasir abu untuk melester. Seharusnya pasir abu tersebut dipakai untuk urug dengan ketebalan 5 centi meter,” katanya saat di hubungi bogorOnline.com.

Terpisah Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) pada Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor Ajat Jatnika mengatakan, dirinya akan menegur pihak kontraktor yang kurang hati-hati dalam proses pekerja pembangunan.
Kawasan strategis plaza situ alias situ front city Pemerintah Daerah (Pemda) yang berlokasi di samping gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor membahayakan pengguna jalan.

“Itu masukan buat kontraktor agar lebih hati-hati untuk pembangunan dan lebih rapih,” singkat Ajat saat dihubungi bogorOnline.com Senin (23/10/17).(rul)

Comments