Namanya Masuk Bursa Pilbup, Mukri Aji Ingin Fokus Urus Umat

 

PARUNG – Meski kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati Kabupaten Bogor akan berlangsung pada Juni 2018 nanti, namun konstalasi suhu politik di bumi tegar beriman sudah mulai menghangat. Berbagai alat peraga sosialisasi para kandidat yang berhasrat menjadi bakal calon Bupati sudah terpasang dimana-mana. Begitupun beberapa nama tokoh santer diperbincangkan masyarakat, karena dianggap pantas menjadi pemimpin di Kabupaten Bogor.

 

Salah satu yang mencuat adalah nama KH. Mukri Adji yang saat ini menjabat Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Bogor. “Ya pendapat atau opini silahkan dan sah-sah saja. Tapi saya lebih memilih menjalani habitat kehidupan saya untuk bersama umat, para ulama, mahasiswa dan para santri,” jawab KH. Mukri Adji santai namun tegas, saat dikonfirmasi oleh wartawan, Selasa (10/10/2017).

 

Kyai kharismatik ini menjelaskan, bahwa jabatan pemimpin itu amanah dan memiliki tanggung jawab yang sangat besar di dunia dan akhirat. “Makanya perlu dipilih secara kompetitif dan selektif. Apalagi untuk memimpin Kabupaten Bogor yang wilayahnya sangat luas dan masyarakatnya sangat banyak,” paparnya. Dia mengakui, akhir-akhir ini banyak menerima silaturahmi pribadi dari para tokoh politik, tokoh masyarakat yang hendak maju dalam helatan Pilbup 2018 nanti.

 

Menurutnya, kunjungan para tokoh itu adalah silaturahmi biasa dan bukan bagian silaturahmi politik. Dia mengungkapkan, dalam setiap kesempatan bertemu siapapun, selalu mendoakan yang terbaik. “Pesan saya selalu sama, untuk maju menjadi pemimpin itu harus punya kekuatan mental. Harus siap kalah dan siap menang. Harus mampu menjaga kondusifitas wilayah dalam keadaan apapun. Menjaga persaudaraan, persatuan dan kesatuan, “Tandasnya.

 

Kyai pemegang gelar Doktor ini juga menegaskan, setiap orang yang hendak maju mencalonkan diri menjadi pemimpin, modal utama yang harus dimilikinya adalah niat sungguh-sungguh untuk kebaikan bersama. Lalu ada keikhlasan luar biasa untuk mengabdi pada masyarakat srbagai bagian ibadah kepada Tuhan. “jadi bukan untuk kepentingan pribadi, kelompok, golongan apalagi partai politik, “Tegasnya.

 

Kyai Mukri Adji berharap, baik kepada para tokoh yang akan maju di Pilbup juga kepada masyarakat, agar mengedepankan kebaikan dalam konteks berbagai dimensi positif, saat menghadapi dan menjalani siklus demokrasi. “Karena persaudaraan, persatuan dan kesatuan serta kondusifitas wilayah, itu yang utama dan menjadi modal utama untuk peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. “Pungkasnya. (Mul)

Comments